kabar

Jihadi John dulunya urakan dan pemabuk

"Dia mengisap narkotik, mabuk-mabukkan, dan berbuat kasar terhadap teman-teman lelaki sekelasnya," kata seorang bekas teman sekolahnya.

01 Maret 2015 21:34

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, 26 tahun, ternyata dulunya urakan dan pemabuk. Dia pernah berpakaian seperti penyanyi rap berandalan.

Identitas Imwazi sebagai algojo ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) diungkap surat kabar the Washington Post pekan ini. Namanya mendunia setelah muncul sebagai penyembelih lima sandera warga Barat dalam rekaman video tersebar di Internet.

Seorang bekas teman sekolahnya di Quintin Kynaston Community Academy di bilangan St John’s Wood, London Utara, mengungkapkan Imwazi pernah ikut pesta vodka dan mengisap ganja meski dia muslim. Perempuan menolak disebut identitasnya ini mencap sarjana komputer dari Universitas Wetsminster itu munafik. Dia bilang fakta Imwazi saat ini menampilkan dirinya sebagai orang Islam taat menggelikan dan memalukan jika ingat kelakuannya di masa lalu.

"Dia mengisap narkotik, mabuk-mabukkan, dan berbuat kasar terhadap teman-teman lelaki sekelasnya," katanya kepada surat kabar the Sun. "Dia berusaha menggambarkan dirinya saleh tapi dia tidak tahu arti dari kata itu. Saya tidak pernah melihat dia salat atau berpakaian islami, dia bahkan tidak pernah bicara soal agama."

Dia menjelaskan Imwazi juga suka berkelahi. Dia mengaku pernah melihat Imwazi berantem di gedung olahraga. "Dia lalu diskors dua hari karena perkelahian itu tapi dia kelihatannya tidak peduli. Dia pemberontak," ujarnya.

Imwazi biasa bolos dengan geng anak-anak 13 tahun untuk mengisap ganja di luar sebuah toko. Bukannya salat di masjid, dia suka pergi ke kedai syisya dan bergaul dengan orang-orang dewasa doyan mengisap ganja serta bermain perempuan.

Meski dikenal amat pemalu, Imwazi naksir berat dengan teman sekelasnya, Ahlam Ajjot, kini 27 tahun. Dia berlaku seperti orang bodoh: menguntit Ajjot tanpa berani mengungkapkan rasa sukanya. "Dia gagal mendapatkan cinta Ajjot," tuturnya.

Mantan teman sekolah lainnya menambahkan Imwazi memiliki kebiasaan menutup mulut dengan tangan kalau sedang berbicara dengan orang lain. Sebab, dia mengidap bau mulut.

Ajjot mengaku tidak tahu kalau Imwazi menyukai dirinya. "Dia tidak pernah berbicara dengan seorang gadis kecuali terpaksa. Dia orangnya kikuk," katanya kepada the Sunday Mirror.

Wartawan Amerika Serikat James Foley saat akan dieksekusi, Agustus 2014. (abcnews.go.com)

Jihadi John diduga kabur dari ISIS

Muhammad Imwazi diyakini kabur dari ISIS beberapa pekan lalu. Dia ketakutan setelah identitas aslinya terbongkar.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Alasan Jihadi John bergabung dengan ISIS

Muhammad Imwazi alias Jihadi John batal bergabung dengan Asy-Syabab karena takut dibunuh seperti beberapa temannya.

Pembelot ISIS bernama Saleh. (thetimes.co.uk)

Alasan sandera ISIS kelihatan tenang saat mau dieksekusi

ISIS kerap mempraktekkan eksekusi bohongan dan meyakinkan semua sandera ini cuma untuk rekaman video.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Jihadi John minta maaf kepada keluarga

Muhammad Imwazi meminta maaf melalui pihak ketiga.





comments powered by Disqus