kabar

Sang ibu kenali Jihadi John sejak video eksekusi pertama

Saat menyaksikan rekaman video eksekusi James Foley, Ghaniyah Imwazi berteriak, "Itu putra saya."

03 Maret 2015 11:12

Ghaniyah Imwazi sudah mengenali identitas sebenarnya Jihadi John, algojo ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), sebagai putranya, Muhammad Imwazi, sejak tujuh bulan lalu. Jihadi John tampil dalam rekaman video eksekusi atas wartawan Amerika Serikat James Foley dilansir Agustus tahun lalu.

Namun masyarakat internasional baru tahu pekan lalu setelah surat kabar the Washington Post melansir identitas sebenarnya dari Jihadi John adalah Muhammad Imwazi.

Ghaniyah, 47 tahun, langsung berteriak histeris melihat Imwazi bersiap menyembelih Foley. "Dia begitu kaget. Dia menjadi gila dan mulai berteriak, 'Ini putra saya,'" kata Jasim Imwazi, 51 tahun, ayah dari Jihadi John, saat diinterogasi polisi rahasia Kuwait Ahad lalu, seperti dilaporkan surat kabar Al-Qabas.

Meski sangat terkejut bercampur takut, keluarga Imwazi tetap menyaksikan video itu. Mereka semua akhirnya menyadari sang jagal memang benar Muhammad Imwazi. "Kami sungguh putus asa. Anak kami itu saleh dan dia membenci Barat," ujar Jasim. "Dia merasa mereka telah menganiaya dia."

Namun tidak disebutkan kapan keluarga Imwazi melihat rekaman video penyembelihan Foley oleh Jihadi John alias Muhammad Imwazi itu.

Polisi Kuwait memeriksa keluarga Imwazi dengan status sebagai saksi. Mereka ingin mengetahui bagaimana Muhamamd Imwazi alias Jihadi John bisa menjadi radikal dan bergabung dengan ISIS.

Jasim bilang putranya itu berbohong saat menelepon dari Turki pada 2013. Itulah kontak terakhir antara Muhammad Imwazi dengan keluarganya. "Saya mendapat telepon dari dia saat dia berada di Turki. Dia bilang kepada kami dia ingin ke Suriah untuk menjadi relawan kemanusiaan," tutur Jasim. "Dia mengatakan, 'Tolong maafkan saya jika saya melakukan kesalahan.'"

Setelah meninggalkan Inggris beberapa waktu lalu, Jasim sekeluarga kini menetap di kawasan Taima, Kota Jahra, Kuwait. Dia dikabarkan bekerja di sebuah supermarket.

Kerabat Jihadi John di Kuwait mengecam tindakannya dan berharap dia segera terbunuh. "Kami membenci dia. Kami berharap dia segera tewas. Ini akan menjadi kabar baik bagi keluarga kami," kata seorang sepupu Imwazi menolak ditulis namanya.

Wartawan Amerika Serikat James Foley saat akan dieksekusi, Agustus 2014. (abcnews.go.com)

Jihadi John diduga kabur dari ISIS

Muhammad Imwazi diyakini kabur dari ISIS beberapa pekan lalu. Dia ketakutan setelah identitas aslinya terbongkar.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Alasan Jihadi John bergabung dengan ISIS

Muhammad Imwazi alias Jihadi John batal bergabung dengan Asy-Syabab karena takut dibunuh seperti beberapa temannya.

Pembelot ISIS bernama Saleh. (thetimes.co.uk)

Alasan sandera ISIS kelihatan tenang saat mau dieksekusi

ISIS kerap mempraktekkan eksekusi bohongan dan meyakinkan semua sandera ini cuma untuk rekaman video.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Jihadi John minta maaf kepada keluarga

Muhammad Imwazi meminta maaf melalui pihak ketiga.





comments powered by Disqus