kabar

Obama tidak tonton pidato Netanyahu

"Sejauh saya bisa katakan tidak ada yang baru," kata Obama mengomentari pidato Netanyahu di depan anggota Kongres Amerika.

04 Maret 2015 14:29

Jangankan hadir, Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama kemarin bahkan tidak menonton siaran televisi soal pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di depan anggota Kongres.

Meski begitu, dia membaca transkrip pidatonya dan diberitahu oleh seorang stafnya mengenai apa saja isi pidato pemimpin Partai Likud itu. Seorang pejabat senior Amerika mengungkapkan Gedung Putih juga tidak berkomunikasi dengan Netanyahu atau para stafnya selama kunjungan sang perdana menteri di Washington D.C.

Dalam pidatonya Netanyahu memperingatkan kesepakatan dengan Iran tidak bakal menghentikan negeri Mullah ini membikin senjata nuklir. Malahan dia bilang perjanjian itu akan memuluskan jalan Iran memproduksi senjata pemusnah massal.

Gedung Putih menilai tuntutan Netanyahu untuk mewujudkan kesepakatan lebih baik soal program nuklir Iran tidak realistis. "Netanyahu menjabarkan sebuah perjanjian nuklir tidak akan pernah terjadi," kata pejabat senior itu.

Netanyahu meminta semua infrastruktur nuklir Iran dimusnahkan. Menurut dia, itu bukan hanya tidak akan diterima oleh Iran, tapi juga oleh negara lain terlibat dalam perundingan, yakni Jerman, Inggris, Prancis, Rusia, dan Cina.

Dia menjelaskan tuntutan Netanyahu mengenai sanksi tambahan bagi Iran juga bakal mendapat penolakan. "Jika kita menerapkan sanksi baru, apakah dunia bakal menyokong ini?" Pejabat itu malah memperkirakan Iran akan mundur dari dialog dan segera mempercepat proses buat menjadi negara nuklir.

Sorenya, Obama berkomentar tidak ada yang baru dalam pidato Netanyahu tentang nuklir Iran. "Sejauh saya bisa katakan tidak ada yang baru," ujarnya kepada para wartawan sebelum menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Ashton Carter.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Kemenangan Netanyahu atas para pemimpin negara muslim

Bahkan kini banyak negara muslim mulai bersahabat dengan Israel, baik terang-terangan atau rahasia.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman dan Sudan izinkan wilayah udara mereka dilintasi pesawat Israel

Klaim Netanyahu ini sekaligus membuktikan kian mesranya hubungan antara negara-negara berpenduduk mayoritas muslim dengan Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima Presiden Chad Idris Deby di kantornya di Yerusalem, 27 November 2018. (GPO)

Netanyahu segera terbang ke Chad buat umumkan pembukaan kembali hubungan diplomatik

Chad memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel pada 1972 lantaran ada tekanan dari negara Arab tetangganya, Libya dan Sudan.

Sultan Oman Qabus bin Said melakukan pembicaraan bilateral dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota Muskat, Oman, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu bilang stabilitas Arab Saudi sangat penting

Dia menyebut persoalan nuklir Iran lebih penting ketimbang pembunuhan Khashoggi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

18 Januari 2019

TERSOHOR