kabar

Saking malunya, ayah Jihadi John tidak mau ke masjid dan pergi kerja

Jasim mengutuk anaknya itu sebagai anjing, binatang, dan teroris. Dia bahkan berharap Imwazi terbunuh sebelum sampai di Suriah.

04 Maret 2015 15:23

Jasim Imwazi, 51 tahun, benar-benar malu mengetahui putranya, Muhammad Imwazi alias Jihadi John, 26 tahun, bergabung dan menjadi algojo ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Bahkan saking malunya, dia tidak mau lagi salat di masjid dan pergi bekerja.

Jasim sekeluarga kian tertekan setelah identitas Imwazi diketahui publik pekan lalu setelah dibongkar oleh surat kabar the Washington Post. Imwazi alias Jihadi John mendunia setelah muncul sebagai algojo dalam rekaman video eksekusi wartawan Amerika Serikat James Foley. Dia dipercaya menyembelih empat sandera ISIS lainnya, yakni Steven Sotloff, Adam Haines, Alan Henning, dan Abdurrahman Kassig.

Saking kecewanya dengan Imwazi, Jasim mengutuk anaknya itu sebagai anjing, binatang, dan teroris. Dia bahkan berharap Imwazi terbunuh sebelum sampai di Suriah.

Jasim menumpahkan semua rasa kecewanya seraya menangis saat menelepon Abu Misyaal, teman kerjanya di sebuah supermarket di Kuwait, seperti dilaporkan surat kabar the Telegraph.

Abu Misyaal bilang kabar itu merupakan bencana bagi keluarga Imwazi. "Dia bilang sudah berbicara banyak dengan Imwazi untuk membujuk dia kembali ke kehidupan normal, namun putranya itu tidak mau mendengarkan," kata Abu Misyaal. "Dia lantas bilang, 'Pergilah ke neraka anakku.'"

Abu Misyaal mengungkapkan Imwazi menghubungi ayahnya untuk meminta restu untuk pergi berjihad ke Suriah pada 2013. "Muhammad bilang saya akan pergi ke Suriah buat berjihad, tolong ikhlaskan saya dan maafkan segala kesalahan saya," ujar Abu Misyaal. "Jasim kemudian mengatakan, 'Bangsat kamu. Saya berharap kamu mati sebelum tiba di Suriah.'"

Jasim benar-benar terpukul sejak identitas Imwazi alias Jihadi John terungkap di media. "Dia bilang dia tidak mau bekerja lagi lantaran sangat malu kepada orang lain," tutur Abu Misyaal. "Dia cuma diam di rumah dan bahkan tidak bisa ke masjid karena kelewat malu atas putranya. Dia tidak mau orang melihat dia, jadi dia salat di rumah."

Abu Misyaal menilai Jasim sebagai lelaki terhormat dan ramah. Dia saban hari menempuh perjalanan sekitar 48 kilometer untuk sampai di tempatnya bekerja. Dia sudah tidak masuk kerja sejak berita soal Imwazi muncul Kamis pekan lalu. Padahal bosnya menjamin dia tetap boleh bekerja.

Arab Times melaporkan setahun setelah mendapat kewarganegaraan Inggris, Jasim pada 2003 kembali ke Kuwait. Namun tidak diketahui di mana dia tinggal. Dia diyakini kerap bolak-balik Inggris dan Kuwait.

Jasim sekeluarga dikabarkan menetap di kawasan Taima, Kota Jahra, Kuwait. Laporan lain menyebut keluarga Imwazi tinggal di bilangan Al-Ayun. Sumber-sumber di Kuwait menyatakan Jasim sudah tinggal dan bekerja di Kuwait setidaknya dua tahun.

Seorang teman dari keluarga Imwazi mengatakan sang jagal telah menikah dan membawa istrinya ke Suriah pada 2013.

Wartawan Amerika Serikat James Foley saat akan dieksekusi, Agustus 2014. (abcnews.go.com)

Jihadi John diduga kabur dari ISIS

Muhammad Imwazi diyakini kabur dari ISIS beberapa pekan lalu. Dia ketakutan setelah identitas aslinya terbongkar.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Alasan Jihadi John bergabung dengan ISIS

Muhammad Imwazi alias Jihadi John batal bergabung dengan Asy-Syabab karena takut dibunuh seperti beberapa temannya.

Pembelot ISIS bernama Saleh. (thetimes.co.uk)

Alasan sandera ISIS kelihatan tenang saat mau dieksekusi

ISIS kerap mempraktekkan eksekusi bohongan dan meyakinkan semua sandera ini cuma untuk rekaman video.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Jihadi John minta maaf kepada keluarga

Muhammad Imwazi meminta maaf melalui pihak ketiga.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

20 Agustus 2018

TERSOHOR