kabar

Lelaki India ditahan sebab ganti foto Kabah dengan kuil Hindu

Dia diancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda paling tinggi Rp 10,4 miliar.

04 Maret 2015 18:17

Seorang pekerja asal India di Arab Saudi ditahan setelah mengganti foto Kabah dengan kuil Hindu di laman Facebooknya.

Pria tidak disebutkan identitasnya ini menjelaskan dia melihat foto itu di Facebook lantas menekan tanda suka. Alhasil, bisa dilihat oleh teman-teman Facebooknya.

Saleh al-Ghamdi, pengacara pernah menjadi anggota Biro Penyelidik dan Penuntut Umum, menjelaskan lelaki India ini diancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan denda paling tinggi tiga juta riyal atau sekitar Rp 10,4 miliar.

Menurut pengacara lainnya, Saad al-Maliki, pria Hindustan itu telah melakukan kejahatan sangat berat.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dipaksa copot jaket Barcelona depan Kabah

"Haram memakai yang ada tanda salib di depan rumab Allah (Kabah)," kata salah satu lelaki itu dalam bahasa Arab.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

Situasi di sekitar lokasi tawaf di kompleks Masjid Al-Haram, Makkah, Arab Saudi, 16 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Berharap berkah kangkangi Kabah

"Sungguh tidak pantas bangunan-bangunan tinggi berada di dekat Kabah," kata Dr. Irfan al-Alawi.

Mukhtar Alim Syaqdar, penulis kaligrafi di kain penututp Kabah. (Saudi Gazette)

Penulis kaligrafi di kain penutup Kabah

Syaqdar memperkenalkan gagasan untuk menggunakan komputer dalam mencetak kaligrafi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

20 Agustus 2018

TERSOHOR