kabar

Sebut patung perdamaian barang ganjil, Erdogan didenda Rp 49,8 juta

Monumen Kemanusiaan merupakan simbol perdamaian Turki dan Armenia.

07 Maret 2015 12:08

Pengadilan di Ankara, Turki, telah memerintahkan Presiden Recep Tayyip Erdogan memberi uang kompensasi sepuluh ribu lira atau sekitar Rp 49,8 juta kepada seorang pematung setelah menyebut hasil karyanya itu barang ganjil.

Monumen Kemanusiaan bikinan Mehmet Aksoy adalah patung dua manusia setinggi 30 meter berlokasi di Kota Kars, sebelah timur Turki. Patung ini dirancang sebagai simbol perdamaian antara Turki dan Armenia.

Erdogan menyampaikan komentar sinisnya itu saat mengunjungi monumen ini empat tahun lalu, ketika dia menjabat perdana menteri Turki. Dia bilang monumen ini mesti dirobohkan.

Aksoy lantas menggugat Erdogan dengan tudingan menghina hasil karya seninya, seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.

Dalam kesaksian di pengadilan, Perkumpulan Bahasa Turki berpendapat kata dipakai Erdogan adalah "ucube" berarti ganjil atau aneh. Ini bukan penghinaan tapi lebih bermakna sangat aneh atau amat jelek, seperti dilansir BBC. Namun pengadilan tetap memutuskan Erdogan mesti membayar uang pengganti karena telah menyakiti perasaan Aksoy.

Hubungan Turki dan Armenia sudah lama tegang karena pembantaian massal terhadap bangsa Armenia di zaman Kesultanan Usmaniyah. Bulan depan menandai seabad Genosida Armenia, istilah ditolak oleh Turki.

Jumlah korban tewas dalam tragedi itu juga diperdebatkan. Armenia bilang 1,5 juta orang terbunuh, namun versi Turki hanya 300 ribu saja.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Lempar foto Erdogan pakai pot bunga, ibu dan anaknya dipenjara 11 bulan

Gurcen marah karena konvoi kampanye AKP membunyikan musik dengan suara keras. Waktu itu ibunya sedang sakit.

Wartawan pengkritik Arab Saudi Jamal Khashoggi. (Twitter)

Erdogan sebut otoritas tertinggi di Arab Saudi perintahkan habisi Khashoggi

Dia tidak meyakini Raja Salman sebagai pemberi perintah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sedang mengajari cucunya, Ahmet Akif Albayrak, di Marmaris, pada 15 Juli 2016. (Hurriyet Daily News)

Erdogan menangi pemilihan presiden Turki

Turki beralih ke sistem presidensial.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama istri. (Hurriyet Daily News)

Erdogan menangi referendum

Hasil ini mengubah sistem pemerintahan Turki dari parlementer menjadi presidensial.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Roket NASA luncurkan satelit Indonesia dan pesawat ruang angkasa Israel bersamaan

Beresheet - membawa Alkitab berbahasa Ibrani - dijadwalkan tiba di orbit Bulan pada 4 April mendatang dan mendarat di bulan sepekan kemudian.

22 Februari 2019

TERSOHOR