kabar

Mesir laksanakan hukuman mati pertama bagi pendukung Mursi

Mahmud Hasan Ramadan digantung atas kasus melempar anak dari atap sebuah gedung.

08 Maret 2015 10:30

Mesir kemarin menggantung seorang muslim radikal dengan dakwaan pembunuhan selama kerusuhan pertengahan 2013. Ini merupakan eksekusi pertama di bawah rezim Presiden Abdil Fatah as-Sisi terhadap penyokong Al-Ikhwan al-Muslimun.

Kementerian Dalam Negeri Mesir menulis dalam laman Facebook, Mahmud Hasan Ramadan telah digantung karena bersalah dalam sebuah insiden pelemparan anak-anak dari sebuah gedung selama protes menentang kudeta telah melengserkan Presiden Muhammad Mursi.

Sumber-sumber keamanan mengungkapkan Ramadan adalah orang radikal dan bukan anggota resmi Al-Ikhwan.

Pengadilan-pengadilan di Mesir beberapa bulan belakangan telah menjatuhkan vonis mati terhadap ratusan pendukung Al-Ikhwan. Kebanyakan hukuman maut itu diberlakukan dalam sidang massal dikecam banyak negara dan kelompok hak asasi manusia karena dianggap melanggar hukum internasional.

Eksekusi kemarin berlangsung sebulan setelah pengadilan tinggi Mesir menguatkan vonis mati atas Ramadan. Sebagian besar dari putusan mati masih dikaji ulang.

Dalam salah satu rekaman video dramatis terlihat Ramadan melempar seseorang dari atas atap sebuah gedung di Kota Sidi Gabir, utara Mesir. Sebuah bendera Al-Qaidah kelihatan di belakang pakaian Ramadan.

Dalam kasus serupa, 57 narapidana lainnya divonis hukuman 15-25 tahun penjara.

Syekh Yusuf al-Qaradawi. (Facebook/Yusuf al-Qaradawi)

Mesir tangkap putri dan mantu Syekh Yusuf Qaradawi

Seperti ayahnya, Ula Qaradawi dan suaminya, Husam Khalaf, dikenai tuduhan terlibat terorisme.

Ibu Kota Kairo, Mesir. (afrika.com)

Vonis mati buat Mursi dibatalkan

Mursi sudah menerima vonis 20 tahun, 40 tahun, dan penjara seumur hidup atas tiga kasus lainnya.

Mantan Presiden Mesir Muhmmad Mursi. (MidEast Posts)

Mursi divonis penjara seumur hidup atas dakwaan mata-mata

Pengadilan juga memutuskan Mursi bersalah karena memiliki dokumen rahasia curian terkait keamanan negara. Untuk dakwaan ini dia divonis 15 tahun penjara.

Mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi. (cnn.com)

Mesir keluarkan fatwa protes damai haram

Al-Ikhwan al-Muslimun hari bakal menggelar unjuk rasa dengan slogan: "Tanah tidak bisa menyerap darah."





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menggelar pertemuan dengan para pemimpin organisasi pro-Zionis.

19 Juni 2018
Makkah tak lagi sakral
18 Juni 2018

TERSOHOR