kabar

Janda-janda Arab Saudi kian doyan gelar pesta cerai

Mereka merasa senang telah keluar dari perkawinan gagal dan tidak bahagia.

08 Maret 2015 12:39

Kaum janda di Arab Saudi kian doyan menggelar pesta perceraian. Barangkali ini sebagai cara mereka melepas stres setelah menjalani rumah tangga gagal dan tidak bahagia.

Jumlah janda menggelar pesta cerai itu makin bertambah. Biasanya dalam surat undangan tertulis, "Saya merasa terhormat mengundang Anda ke pesta perceraian saya."

Mirip pesta pernikahan atau kelulusan, acara ini juga digelar mewah. Para undangan juga membawa hadiah mahal bagi perempuan-perempuan merasa senang karena telah bercerai dari suaminya.

Tariq Habib, profesor sekaligus ahli kejiwaan dari Persatuan Dokter Arab, menjelaskan ini fenomena baru dalam masyarakat Saudi. Menurut dia, perceraian menghasilkan perasaan bahagia sekaligus suka.

Meski begitu, orang tua mesti mempertimbangkan perasaan anak mereka sebelum memutuskan membikin pesta cerai. "Jika pesta ini memiliki pengaruh negatif bagi anak-anak secara sosial dan kejiwaan, mereka mesti membatalkan pesta itu," katanya.

Dia menambahkan kebanyakan janda menggelar pesta cerai buat merayakan mereka telah keluar dari sebuah perkawinan gagal. Atau untuk menunjukkan bekas suami tidak peduli terhadap mereka. "Jika pasangan tidak memiliki anak, tidak seorang pun bisa menghalangi perempuan membuat perayaan," ujarnya.

Suhaila Zainal Abidin bilang perayaan ini lantaran perempuan sangat sulit bila mau bercerai. "Perempuan tadinya hidup dalam ketidakadilan, penghinaan, dan penderitaan bakal merayakan perceraian mereka," tuturnya.

Tapi Muhammad as-Saidi, profesor hukum Islam di Universitas Umm al-Qura, Arab Saudi, mengatakan Allah membenci perceraian. Karena itu, tidak semestinya ada pesta cerai walau sang janda merasa senang atas itu. "Ini bakal menyebabkan tragedi-tragedi selanjutnya."

Menurut Sahar Rajab, ahli kejiwaan dan penasihat keluarga, makin banyak janda membikin pesta cerai sudah sampai tahap mencemaskan. "Bagaimana mungkin tetamu merayakan perceraian seorang perempuan setelah sebelumnya mereka mengucapkan selamat atas pernikahannya?"

Haifa Safuk menegaskan ini bukan cara tepat buat menguatkan perasaan sang janda.

Syekh Salman al-Audah. (Twitter)

Arab Saudi adili ulama tersohor secara rahasia

Arab Saudi menahan Syekh Salman dan Syekh Awad al-Qarni sejak September tahun lalu.

Pengungsi Palestina di Yordania. (Middle East Monitor)

Arab Saudi tolak beri visa haji bagi pengungsi Palestina di Yordania

Penolakan ini atas instruksi dari pemerintah Yordania.

Ulama Arab Saudi Syekh Sulaiman ad-Dawisy. (Twitter/@Prisoners of Conscie)

Ulama Arab Saudi meninggal dalam penjara karena disiksa

Syekh Sulaiman adalah orang ketiga tewas dalam penjara setelah Mayor Jenderal Ali al-Qahtani (Maret 2018) dan seniman Muhammad Bani ar-Rumaili al-Anzi (Juli 2018).

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kesehatan Raja Salman memburuk

Memburuknya kesehatan Raja Salman ini terjadi menjelang pertemuan keluarga besar Bani Saud bakal digelar di Makkah saat hari raya Idul Adha. Raja Salman ingin mendamaikan Pangeran Muhammad bin Salman dengan para pangeran senior dan berpengaruh.





comments powered by Disqus