kabar

Jihadi John minta maaf kepada keluarga

Muhammad Imwazi meminta maaf melalui pihak ketiga.

09 Maret 2015 07:55

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), telah meminta maaf kepada keluarganya melalui pihak ketiga.

Surat kabar the Sunday Times melaporkan Imwazi memohon maaf atas akibat buruk setelah identitasnya sebagai Jihadi John terungkap di media. Tapi dia tidak menyampaikan penyesalan lantaran telah menyembelih setidaknya lima warga Barat menjadi sandera ISIS.

Surat kabar the Washington Post membongkar identitas Imwazi adalah Jihadi John dua pekan lalu. Namanya mendunia setelah muncul sebagai jagal dalam rekaman video penyembelihan wartawan Amerika Serikat James Foley.

Setelah identitas Imwazi ketahuan, ayahnya, Jasim Imwazi, sudah tinggal di Kuwait dua tahun, diminta meninggalkan negara itu. Istrinya, Ghaniyah, dan empat anak mereka lainnya, dipindah ke sebuah hotel di Ibu Kota London, Inggris, dengan penjagaan ketat aparat keamanan.

Keluarga Imwazi telah menetap di London sejak 1993 saat Muhammad Imwazi berusia enam tahun. Jasim terpaksa membawa keluarganya pindah dari Kuwait setelah dituduh berkhianat lantaran membantu pasukan Irak saat menginvasi negara itu pada 1990.

Wartawan Amerika Serikat James Foley saat akan dieksekusi, Agustus 2014. (abcnews.go.com)

Jihadi John diduga kabur dari ISIS

Muhammad Imwazi diyakini kabur dari ISIS beberapa pekan lalu. Dia ketakutan setelah identitas aslinya terbongkar.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Alasan Jihadi John bergabung dengan ISIS

Muhammad Imwazi alias Jihadi John batal bergabung dengan Asy-Syabab karena takut dibunuh seperti beberapa temannya.

Pembelot ISIS bernama Saleh. (thetimes.co.uk)

Alasan sandera ISIS kelihatan tenang saat mau dieksekusi

ISIS kerap mempraktekkan eksekusi bohongan dan meyakinkan semua sandera ini cuma untuk rekaman video.

Jasim Imwazi, ayah dri Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (dailymail.co.uk)

Ayah Jihadi John diminta tinggalkan Kuwait

Keberadaan Jasim Imwazi, 51 tahun, memalukan dan memusingkan pemerintah Kuwait.





comments powered by Disqus