kabar

Kampus Inggris bakal bikin konferensi persoalkan keabsahan negara Israel

"Konferensi ini bertujuan menggali segala hal berkaitan dengan penderitaan dan ketidakadilan di Palestina terhadap pembentukan dan perlindungan sebuah negara (Israel)," kata panitia.

10 Maret 2015 09:07

Universitas Southampton di Kota Southampton, Inggris, bulan depan bakal menyelenggarakan konferensi mempersoalkan keabsahan berdirinya negara Israel menurut hukum internasional.

Konferensi digelar oleh Sekolah Hukum Universitas Southampton pada 17-19 April itu akan bertajuk Hukum Internasional dan Negara Israel: Legitimasi, Tanggung Jawab, dan Eksepsionalisme. "Konferensi ini bertujuan menggali segala hal berkaitan dengan penderitaan dan ketidakadilan di Palestina terhadap pembentukan dan perlindungan sebuah negara (Israel)," kata panitia.

Anggota parlemen Inggris dari Partai Konservatif Mark Hoban menyebut konferensi itu sebagai tindakan provokatif dan hanya sepihak. "Ada hal mencemaskan sebuah lembaga dihormati seperti Universitas Southampton melangsungkan forum garis keras dan sepihak mempertanyakan dan mengurangi legitimasi keberadaan dari sebuah negara demokratis," tulis Hoban dalam suratnya kepada Don Nutbeam, wakil penasihat kampus.

Meski mengakui kebebasan berpendapat dan hak buat bertanya, Hoban menyerukan agar pihak universitas mempertimbangkan kembali soal acara debat itu. "Tentu saja sebuah institusi akademik bergengsi mesti menghindari kegiatan-kegiatan provokatif dan tidak menolong," ujarnya.

Berdirinya negara Israel pada 14 Mei 1948 memang mengakibatkan penderitaan bagi bangsa Palestina. Sekitar 700 ribu orang terpaksa mengungsi, dikenal dengan peristiwa Nakbah. Negara Zionis itu terus memperluas wilayah jajahan mereka di Palestina sampai sekarang.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (bbc.com)

Knesset sahkan beleid Israel negara bagi bangsa Yahudi

Undang-undang itu juga menyatakan Ibrani bahasa resmi di negara Zionis itu.

Delegasi muslim asal Indonesia, termasuk dua pejabat MUI - Profesor Istibsyaroh dan Kiai Mayshudi Suhud - saat diterima di kediaman Presiden Israel Reuven Rivlin pada 18 Januari 2017. (Albalad.co/Istimewa)

Presiden Israel serukan semua kedutaan asing dipindah ke Yerusalem

Rivlin meminta seluruh negara mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sebagian dari 19 orang Yahudi asal Yaman tiba di Israel pada 20 Maret 2016. (Arielle Di-Porto/The Jewish Agency for Israel)

19 orang Yahudi asli Yaman dievakuasi secara rahasia ke Israel

Sejak operasi rahasia bersandi Karpet Ajaib pada 1949 hingga kini the Jewsih Agency sudah memindahkan sekitar 49 ribu orang Yahudi dari Yaman ke Israel.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Khamenei luncurkan buku bagaimana lenyapkan Israel

Strategi Khamenei menghancurkan Israel berdasarkan prinsip bila sebuah wilayah pernah dikuasai kaum muslim meski hanya sebentar tidak boleh diserahkan kepada non-muslim.





comments powered by Disqus