kabar

Politisi Israel paling menggemaskan

Ayelet Shaked dipilih sebagai politikus Israel tercantik.

10 Maret 2015 21:33

Pemilihan umum di Israel baru bakal berlangsung Selasa pekan depan, tapi siapa saja politisi paling menggemaskan di negara Zionis itu sudah ketahuan pemenangnya.

Hasil ini berdasarkan jajak pendapat bikinan the Israeli Society of Plastic and Aesthetic Surgery, seperti dilaporkan stasiun televisi Channel 2 Ahad lalu. Survei ini melibatkan 300 perempuan berusia 20-60 tahun.

Yair Lapid, pemimpin Partai Yesh Atid, memuncaki daftar politikus pria paling menarik. Sedangkan politikus perempuan paling cantik adalah Ayelet Shaked dari Partai Bayit Yehudi.

Poling itu menyimpulkan 39 persen responden memilih Lapid sebagai tokoh politik terganteng, posisi kedua ditempati Moshe Kahlon dari Partai Kulanu. Tidak satu pun dari responden wanita ini memilih Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dari Partai Likud sebagai politikus pria seksi.

Di kalangan politisi perempuan, Shaked meraih 20 persen suara, disusul mantan model Orly Levy-Abekasis dari Partai Yisrael Beitenu dengan raihan 15 persen.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.

Suasana dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem di hari pertama Ramadan, 17 Mei 2018. (Albalad.co)

Rabat batalkan rencana kota kembar dengan Guatemala karena pindahkan kedutaan ke Yerusalem

Guatemala baru membuka kedutaan besarnya di Ibu Kota Rabat, Maroko, November tahun lalu.

Dea, 2 tahun, menghadiri Aksi Islam Bela Al-Aqsa bareng ibunya di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Israel danai pemindahan Kedutaan Guatemala ke Yerusalem

Paraguay menyusul jejak Amerika dan Guatemala pekan depan.

Ulama Syiah berpengaruh asal Irak Muqtada Sadr bertemu Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman di Kota Jeddah, Arab Saudi, 30 Juli 2017. (Supplied)

Muqtada Sadr menangi pemilihan umum Irak

Dia merupakan putra dari ulama berpengaruh Muhammad Sadiq as-Sadr, dibunuh lantaran menentang rezim Saddam Husain.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.

21 Mei 2018

TERSOHOR