kabar

Alasan sandera ISIS kelihatan tenang saat mau dieksekusi

ISIS kerap mempraktekkan eksekusi bohongan dan meyakinkan semua sandera ini cuma untuk rekaman video.

11 Maret 2015 08:41

Bekas anggota ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) kemarin mengaku menyaksikan sang algojo Jihadi John menyembelih wartawan Jepang Kenji Goto.

"Ketika dia membunuh Kenji Goto saya menyaksikan langsung tapi tidak dari dekat, sedikit jauh," kata lelaki bernama Saleh ini kepada stasiun televisi Sky News dalam bahasa Inggris terbata-bata. Dia diwawancarai di Turki setelah kabur dari ISIS.

Identitas Jihadi John terbongkar dua pekan lalu oleh surat kabar the Washington Post. Nama aslinya adalah Muhammad Imwazi, warga Ibu Kota London, Inggris. Jihadi John mendunia setelah muncul sebagai penyembelih wartawan Amerika Serikat James Foley dalam rekaman video dilansir Agustus tahun lalu.

Saleh mengungkapkan Jihadi John, muncul dalam sejumlah rekaman video eksekusi ISIS, merupakan tokoh senior dalam milisi radikal dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi itu. Dia memang ditugaskan sebagai pelaksana eksekusi atas sandera ISIS. Ini terlihat saat pembuatan rekaman video penggorokan Goto, jurnalis Jepang tadinya ditawarkan ISIS ditukar dengan Sajidah Risyawi.

"Bos besarnya di sana bersama mereka. Seorang pria Turki bilang, "Taruh kameranya di sini, ubah tempatnya di sana.' Tapi Jihadi John adalah tuannya," ujar Saleh. "Sepanjang waktu mengatakan kepada mereka, 'Cepat, cepat, kita harus segera selesai.' Jadi kita mesti menghormati dia. Hanya dia berhak memerintah."

Saleh menegaskan Jihadi John dihormati karena perannya sebagai algojo buat sandera asing. "Semua lelaki Suriah bisa membunuh, tapi orang asing ditugaskan sebagai algojo hanya John."

Saleh bertugas sebagai penerjemah bilang ISIS sering memperagakan eksekusi bohongan terhadap para tawanan. Semua sandera dikasih nama Arab dan mereka sering diyakinkan eksekusi ini cuma sandiwara. "Dia (Jihadi John) akan bilang kepada saya, 'Katakan kepada mereka tidak masalah, ini hanya video. Kami tidak akan membunuh kalian, kami cuma ingin pemerintah kalian berhenti menyerang Suriah," tutur Saleh. "Kami tidak bermasalah dengan kalian, kalian hanyalah tamu kami."

Inilah alasan kenapa tiap sandera saat mau dieksekusi kelihatan tenang meski pisau belati telah menempel di tenggorokan mereka. Sebab, mereka sudah sering diyakinkan eksekusi ini hanya sandiwara buat rekaman video.

Setelah Kenji Goto dibunuh, mayatnya diangkut dengan mobil oleh tiga atau empat pria. Sedangkan Imwazi meninggalkan lokasi eksekusi lewat jalan lain.

Wartawan Amerika Serikat James Foley saat akan dieksekusi, Agustus 2014. (abcnews.go.com)

Jihadi John diduga kabur dari ISIS

Muhammad Imwazi diyakini kabur dari ISIS beberapa pekan lalu. Dia ketakutan setelah identitas aslinya terbongkar.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Alasan Jihadi John bergabung dengan ISIS

Muhammad Imwazi alias Jihadi John batal bergabung dengan Asy-Syabab karena takut dibunuh seperti beberapa temannya.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Jihadi John minta maaf kepada keluarga

Muhammad Imwazi meminta maaf melalui pihak ketiga.

Jasim Imwazi, ayah dri Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (dailymail.co.uk)

Ayah Jihadi John diminta tinggalkan Kuwait

Keberadaan Jasim Imwazi, 51 tahun, memalukan dan memusingkan pemerintah Kuwait.





comments powered by Disqus