kabar

Bahrain tahan murid dan guru karena baca Quran diiringi musik

Mereka didakwa menghina Islam.

12 Maret 2015 10:05

Kejaksaan Agung Bahrain telah mendakwa seorang pelajar sekolah menengah atas dan dua gurunya menghina Islam lantaran membaca Al-Quran diiringi musik, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah BNA kemarin.

Pihak kejaksaan telah memeriksa ketiga tersangka dan akhirnya ditahan. "Kejaksaan...mendakwa mereka melanggar ajaran Islam dan menghina tata cara ibadahnya," tulis BNA.

Mereka merekam kegiatan itu dan mengunggah videonya ke media sosial.

Kementerian Pendidikan Bahrain telah menyelidiki kasus ini. Hasilnya, kegiatan itu bagian dari persiapan sekolah mengikuti lomba membaca Al-Quran tingkat pelajar.

Ulama Arab Saudi Syekh Ahmad al-Amari. (Twitter)

Ulama Arab Saudi meninggal karena disiksa dalam penjara

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjabat putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi getol menangkapi para pembangkang.

Revolusi di Sudan menuntut Presiden Umar al-Basyir mundur meletup sejak 19 Desember 2018. (Twitter)

Khartum izinkan pesawat Israel membawa Netanyahu lintasi Sudan Selatan

Israel memang bersahabat dengan Sudan Selatan, namun wilayah udaranya masih di bawah kontrol Sudan, tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.

Rahaf Muhamnad al-Qunun, 18 tahun, gadis asal Arab Saudi kabur dari keluarganya dan ingin meminta suaka ke Australia. (Twitter)

Ribuan warga Arab Saudi dan UEA kabur minta suaka

Tahun lalu ada 815 warga Arab Saudi meminta suaka. Jumlah ini naik 318 persen ketimbang 2012.

Presiden Chad mengadakan pertemuan dengan tamunya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di Ibu Kota N'Djamena, 20 Januari 2019. (Twitter/@netanyahu)

Israel dan Chad membuka kembali hubungan diplomatik

Alhasil, tinggal tujuh negara muslim di sub-Sahara Afrika belum memiliki hubungan resmi dengan Israel, yakni Mali, Niger, Sudan, Mauritania, Somalia, Djibouti, dan Komoro.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Ulama Arab Saudi meninggal karena disiksa dalam penjara

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjabat putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi getol menangkapi para pembangkang.

22 Januari 2019

TERSOHOR