kabar

Berani bersuara keras terhadap Arab Saudi

Keberanian Swedia mendobrak pandangan Barat berusia setengah abad: "Kami tidak bisa menyentuh Arab Saudi."

13 Maret 2015 14:36

Pemerintah Swedia pekan ini memutus kesepakatan penjualan senjata dengan Arab Saudi sekaligus mengakhiri kerja sama pertahanan sudah berlangsung satu dasawarsa. Langkah itu diambil lantaran keluhan dari Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom: Saudi melarang dia berpidato soal demokrasi dan hak-hak perempuan dalam pertemuan Liga Arab di Ibu Kota Kairo, Mesir.

Ketegangan antara Stockholm dan Riyadh kian akut. Arab Saudi Rabu lalu memanggil pulang duta besarnya untuk Swedia. Kementerian Luar Negeri Swedia sudah melansir salinan pidato rencananya disampaikan Wallstrom. Di sana tidak menyebut Arab Saudi secara khusus tapi mendesak perubahan mengenai isu hak-hak kaum hawa. Meski begitu, Kementerian Luar Negeri Saudi memandang pernyataan Wallstrom sangat menyerang dan terang-terangan mencampuri urusan dalam meneri mereka, seperti dikutip dari BBC.

Arab Saudi tahun lalu saja membeli peralatn militer dari Swedia senilai US$ 39 juta. Negara Dua Kota Suci ini baru saja ditetapkan sebagai importir senjata terbesar di dunia dan mereka merupakan konsumen senjata Swedia non-Barat terbanyak ketiga.

Pemerintahan kelompok kiri Swedia telah mengambil risiko walau menghadapi kemarahan para pentolan bisnis ternama di negara itu. Selama berpuluh-puluh tahun, Arab Saudi - kaya akan sumber daya energi dan memiliki posisi strategis di Timur Tengah - berhasil membikin negara-negara Barat bersikap sopan meski Saudi memiliki catatn buruk dalam soal penegakan hak asasi manusia.

"Kebijakan Swedia ini menunjukkan sebuah dobrakan atas pandangan Barat berusia setengah abad, 'Kami tidak bisa menyentuh Arab Saudi,'" kata Ali al-Ahmad, direktur Institut Urusan Teluk, berkantor pusat di Washington, Amerika Serikat. Lembaga ini biasa mengkritik kebijakan dalam negeri Saudi.

Sikap standar ganda Barat terhadap Arab Saudi kelihatan amat menyolok tahun lalu. Ketika mereka ramai-ramai mengutuk penyembelihan wartawan Amerika James Foley oleh ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), Arab Saudi - sekutu kunci Amerika dalam perang koalisi menghadapi milisi radikal itu - melakukan sejumlah hukum pancung, mirip pelaksanaan hukum dilakukan ISIS.

Politisi Amerika kerap menuding Iran menyokong terorisme di luar negeri dan memelihara tirani di dalam negeri. Tapi Arab Saudi bahkan masih memakai sistem tidak demokratis ketimbang Teheran. Sebagai inkubator induk paham salafi, Saudi memainkan peran unik dalam pertumbuhan kelompok teror fundamentalis di Timur Tengah dan Asia Selatan.

Wallstrom muncul sebagai tokoh penentang. Saudi mencemaskan pidato bakal dia sampaikan karena tahun lalu Swedia menjadi satu-satunya negara penting di Eropa mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Wallstrom waktu bilang langkah ini buat menyokong orang-orang percaya pada perundingan dan bukan kekerasan.

Pengakuan resmi Swedia atas negara Palestina itu sekaligus mengejek negara-negara Arab selama ini lantang menyatakan sebagai pembela Palestina tapi cuma berbuat sedikit untuk itu. "Arab Saudi dan negara-negara lain mulai kehilangan status mereka sebagai suara politik utama atas nama Palestina," ujar Ahmad. "Negara seperti Swedia sekarang bisa masuk dan bilang, 'Hai Riyadh, apa yang sudah kamu lakukan buat Palestina?'"

Barangkali ini awal bagus bagi negara-negara Eropa untuk berani bersuara keras atas nama etika dan norma saat berhubungan dengan Arab Saudi.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.

Rekaman video menunjukkan seorang lelaki Arab Saudi tengah mencuci tangan tamunya pakai madu. (YouTube)

Lelaki Arab Saudi cuci tangan tamu pakai madu

"Mereka sedang menunjukkan kelakukan kekanakan."





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Bahrain akan bina hubungan diplomatik dengan Israel

Menteri Luar Negeri Bahrain Syekh Khalid bin Ahmad al-Khalifah bulan lalu menyatakan Israel berhak membela diri kalau diserang.

20 Juni 2018

TERSOHOR