kabar

Kesetiaan Foley kepada Cantlie

"Saya tidak bisa meninggalkan John sendirian," kata Foley.

17 Maret 2015 11:16

Wartawan Amerika Serikat James Foley sejatinya bisa kabur dari penjara ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), namun dia membatalkan niatnya karena tidak ingin meninggalkan sahabatnya, juru foto Inggris John Cantlie.

Wartawan Spanyol Javier Espinosa menceritakan kisah kesetiakawanan Foley itu dalam artikel diterbitkan Ahad lalu di surat kabar El Mundo, tempatnya bekerja. Dia bilang Foley bareng Cantlie pernah dua kali berusaha kabur. Upaya pertama gagal setelah keduanya ketahuan penjaga tengah berusaha membuka borgol dengan kunci buatan sendiri.

"Pada percobaan kedua, Foley menunjukkan rasa kemanusiaannya begitu dalam," tulis Espinosa. Setelah berhasil keluar dari dalam ruangan tempat mereka disandera, Foley menutup tubuhnya memakai selimut, tetap menunggu Cantlie. Rupanya fotografer ini tertangkap basah oleh sipir. "Foley sebenarnya bisa kabur tapi dia malah menyerahkan diri. Dia bilang, 'Saya tidak bisa meninggalkan John sendirian.'"

Foley akhirnya menjadi sandera ISIS pertama disembelih Agustus tahun lalu, lima bulasetelah Espinosa bersama rekannya, fotografer Ricardo Garcia Vilanova, dibebaskan setelah Spanyol diyakini membayar uang tebusan. Kedua warga Spanyol ini disandera bareng 21 orang lainnya, termasuk Foley dan Cantlie, dalam sebuah kompleks industri di utara Kota Aleppo, Suriah.

Gara-gara dua kali mencoba kabur, tiga sipir ISIS dijuluki the Beatles karena beraksen Inggris, menyiksa Foley dan Cantlie berpekan-pekan, termasuk menyiram air terus menerus ke wajah mereka dalam keadaan tertutup untuk menimbulkan sensasi tengah tenggelam. Teknik ini disebut waterboarding.

The Beatles ini beranggotakan tiga lelaki dipanggil Jihadi John, Jihadi George, dan Jihadi Harrison. Identitas sebenarnya Jihadi John akhirnya terungkap. Nama aslinya Muhammad Imwazi, imigran asal Kuwait menetap bersama keluarganya di sebelah barat Ibu Kota London, Inggris.

Espinosa masih ingat Cantlie pernah bilang kepada dia, "Mereka berusaha membunuh kami berminggu-minggu hingga mereka sadar kami kapok untuk melarikan diri."

Dia menggambarkan 23 tawanan ISIS tidak pernah mandi. Kalau sudah terlalu bau, the Beatles membuka jendela ruangan meski sedang musim dingin. Mereka juga menyemprot tubuh dengan parfum cukur sebanyak-banyknya agar kedatangan mereka diketahui para sandera.

Wartawan Spanyol lainnya juga mendekam di penjara sama, Marc Marginedas, dibebaskan tahun lalu, menulis dalam koran El Periodico. Dia bercerita semua sandera dipaksa menyanyikan sebait lagu tersohor dari grup the Eagles berjudul Hotel California.

"Kalian tidak pernah bisa pergi dan bila mencoba kabur kalian akan mati."

Pengungsi Palestina di Yordania. (Middle East Monitor)

Arab Saudi tolak beri visa haji bagi pengungsi Palestina di Yordania

Penolakan ini atas instruksi dari pemerintah Yordania.

Ulama Arab Saudi Syekh Sulaiman ad-Dawisy. (Twitter/@Prisoners of Conscie)

Ulama Arab Saudi meninggal dalam penjara karena disiksa

Syekh Sulaiman adalah orang ketiga tewas dalam penjara setelah Mayor Jenderal Ali al-Qahtani (Maret 2018) dan seniman Muhammad Bani ar-Rumaili al-Anzi (Juli 2018).

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kesehatan Raja Salman memburuk

Memburuknya kesehatan Raja Salman ini terjadi menjelang pertemuan keluarga besar Bani Saud bakal digelar di Makkah saat hari raya Idul Adha. Raja Salman ingin mendamaikan Pangeran Muhammad bin Salman dengan para pangeran senior dan berpengaruh.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Pasukan pengawal Khamenei ditempatkan di perbatasan Iran-Irak

Brigade As-Sabrin biasa diterjunkan di lokasi-lokasi bakal dikunjungi Khamenei.





comments powered by Disqus