kabar

Profesor Iran diberhentikan sebagai dosen karena suaranya mirip perempuan

Pihak kampus beralasan suara feminin Profesor Qasim Exirifard bisa memancing olok-olok dari mahasiswanya.

18 Maret 2015 07:08

Universitas Khajih Nasir Toosi di Ibu Kota Teheran, Iran, telah memberhentikan Profesor Qasim Exirifard sebagai dosen karena suaranya mirip perempuan. Pihak kampus beralasan suara feminin itu bakal membuat dia diejek para mahasiswanya.

Surat kabar berhaluan reformis Shargh melaporkan lelaki 40 tahun ini pernah meraih medali dalam olimpiade fisika nasional dan mendapat gelar doktor dari International School for Advanced Studies (Sissa), Italia. Shargh menggambarkan dia sebagai orang jenius dalam fisika dengan prestasi akademik mengagumkan.

Dia mulai mengajar di Universitas Khajih Nasir Toosi sejak Februari tahun lalu dan kontraknya mestinya diperpanjang bulan lalu.

"Saya sudah dipecat, kenapa? Karena saya memiliki suara bernada tinggi, mereka sebut sebagai suara feminin," kata Exirifard. "Mereka bilang saya tidak pas mengajar ilmu pengetahun karena mereka bilang suara saya mirip perempuan."

Para guru dan dosen di Iran mesti menjalani sejumlah prosedur sebelum dinyatakan lolos buat menjadi pengajar. Ini termasuk menjawab pertanyaan seputar agama Islam untuk memastikan mereka muslim taat dan setia kepada prinsip Republik Islam.

Ketika bertemu komite akademik kampus, Exirifard pun mesti menjawab serangkaian pertanyaan mengenai Tuhan. Di bagian akhir, dia ditanya apa akan dia lakukan jika mahasiswanya mengolok-olok dia. "Tapi mahasiswa saya tidak mengejek saya."

Karena keputusan itu pula, Exirifard sudah menemui dokter untuk minta dioperasi agar warna suaranya berubah, tapi dokter menolak.

Pemecatannya mengejutkan banyak pihak. Beberapa orang menyampaikan rasa solidaritasnya kepada Exirifard sekaligus kemarahan kepada pihak universitas di Internet.

"Cukup sepuluh menit dengan Dr Exirifard dan saya sudah dapat banyak pengetahuan," tulis salah satu mahasiswinya, Mina Ghodsi, dalam laman Facebooknya. Mahasiswanya lain bilang, "Saya benar-benar kaget. Dia amat baik."

Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus (kiri) dan Imam Besar Masjid Al-Azhar, Kairo, Syekh Ahmad Muhammad ath-Thayyib. (Times of Israel)

Imam besar Al-Azhar bertemu Paus Fransiskus di Abu Dhabi bulan depan

Paus Fransiskus bakal menggelar misa, diperkirakan dihadiri 135 ribu orang.

Tiga utusan dari Qatar datang ke Jakarta untuk menyampaikan bantuan bagi korban gempa di Lombok dan Sulawesi Tengah. (Albalad.co/Istimewa)

Qatar janjikan bantuan US$ 5 juta bagi korban gempa di Lombok dan Sulawesi Tengah

Bantuan disalurkan lewat Qatar Fund for Development.

Ahmad az-Zuabi, 14 tahun, bocah pengungsi asal Suriah, tewas terjatuh karena dikejar polisi di Beirut. Dia dituduh mencuri. (Al-Arabiya)

Bocah pengungsi Suriah tewas terjatuh karena dikejar polisi Libanon

Ahmad dituduh maling tapi tidak ada penjelasan barang apa, di mana, dan kapan dia mencuri.

Sopir ambulans sedang memberi makan kucing liar di Kota Aleppo, Suriah. (Ilustrasi/World Bulletin)

Wali kota Yerusalem alokasikan US$ 27 ribu setahun buat kasih makan kucing liar

Pemerintah kota akan membangun sejumlah tempat makan bagi kucing jalanan.





comments powered by Disqus