kabar

Mufti Agung Arab Saudi serukan pemusnahan gereja

Syekh Abdul Aziz menegaskan penghancuran gereja benar-benar diperlukan dan sesuai hukum Islam.

18 Maret 2015 11:35

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh kemarin menyerukan pemusnahan seluruh gereja di Semenanjung Arab. Seruan ini muncul di tengah upaya parlemen Kuwait mengesahkan beleid melarang pembangunan tempat ibadah Nasrani.

Berbicara di depan sebuah delegasi di Kuwait, Syekh Abdul Aziz menegaskan penghancuran gereja benar-benar diperlukan dan sesuai hukum Islam, seperti dilaporkan media-media berbahasa Arab.

Sebagai mufti agung, Syekh Abdul Aziz merupakan pejabat resmi tertinggi dalam urusan Islam di Arab Saudi. Dia juga menjabat ketua Dewan Tertinggi Ulama dan mengepalai komite mengurus soal penerbitan fatwa.

Anggota parlemen Kuwait Usamah al-Munawir bulan lalu mengumumkan rencananya mengajukan rancangan undang-undang menyerukan penghancuran semua gereja di negara itu, seperti dilaporkan Arabian Business. Namun dia kemudian menjelaskan akta itu nantinya hanya berlaku bagi gereja-gereja baru.

Seruan Syekh Abdul Aziz ini mirip apa yang telah dilakukan militan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Provinsi Ninawih, Irak. Dalam rekaman video dan foto tersebar di Internet baru-baru ini, mereka merusak Gereja Saint George di wilayah itu. Tanda salib di atap gereja diganti dengan bendera ISIS.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump didampingi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan surat keputusan soal pengakuan Amerika terhadap Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel di Gedung Putih, 25 Maret 2019. (Twitter/@netanyahu)

Trump akui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel

"Kemungkinan perjanjian damai di masa depan harus mempertimbangkan kebutuhan Israel untuk melindungi negaranya dari Suriah dan ancaman lain di kawasan," kata Trump dalam surat keputusannya.

Peta Dataran Tinggi Golan. (BBC)

Trump besok akui Golan wilayah kedaulatan Israel

Israel mencaplok Golan dari Suriah setelah memenangkan Perang Enam Hari pada 1967.

Presenter televisi di Uni Emirat Arab mencium dan meletakkan sandal milik Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid di atas kepalanya. (Screenshot)

Presenter televisi UEA cium sandal putera mahkota Abu Dhabi

Presenter ini kemudian meletakkan sandal itu di atas kepalanya.

Putera Mahkota Abu Dhabi Syekh Muhammad bin Zayid an-Nahyan saat mengunjungi pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus pada September 2016. (Twitter/MohamedBinZayed)

Putera mahkota Abu Dhabi usulkan bunuh para pemimpin Taliban

Prince kemudian menetap di Abu Dhabi dan dibayar oleh Bin Zayid untuk membentuk pasukan bayaran di UEA, buat menghadapi perlawanan aktivis pro demokrasi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Trump akui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel

"Kemungkinan perjanjian damai di masa depan harus mempertimbangkan kebutuhan Israel untuk melindungi negaranya dari Suriah dan ancaman lain di kawasan," kata Trump dalam surat keputusannya.

26 Maret 2019

TERSOHOR