kabar

Saudi hentikan pemberian visa bagi warga Swedia

Tindakan ini sebagai balasan atas kritikan Swedia terhadap penegakan hak asasi manusia di Saudi dan penghentian kerja sama pertahanan kedua negara.

22 Maret 2015 07:21

Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan tidak akan lagi memberi visa atau izin masuk bagi para pebisnis Swedia atau memperpanjang visa untuk orang-orang Swedia masih tinggal di negara itu.

Langkah ini merupakan balasan atas kritik Swedia terhadap penegakan hak asasi manusia di Saudi dan penghentian kerja sama pertahanan kedua negara. Saudi Rabu lalu juga telah menarik pulang duta besarnya dari Swedia.

Menteri Luar Negeri Swedia Margot Wallstrom pekan lalu menggambarkan pencambukan terhadap narablog Raif Badawi sebagai hukuman abad pertengahan.

Saudi merupakan konsumen senjata Swedia terbesar. Mereka tahun lalu saja membeli produk militer senilai US$ 39 juta.

Negeri Dua Kota Suci ini memang mendapat kritikan luas soal penegakan hak asasi manusia. Hak-hak kaum perempuan dibatasi, termasuk tidak boleh menyetir dan bepergian tanpa didampingi muhrimnya.

Atas nama syariat Islam, mereka masih pula memakai hukum cambuk dan pancung.

Muazin Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi. (Saudi Gazette/Courtesy)

Masjid Nabawi punya 17 muazin

Tiap hari ada tiga muazin bertugas di Masjid Nabawi.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tradisi bunuh diri depan Kabah

Bila saban tahun ada saja orang bunuh diri atau berusaha untuk melakoni itu, kian rusaklah citra kota kelahiran nabi itu.

Duta Besar Indonesia buat Libanon Achmad Chozin Chumaidy menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa Indonesia menjadi imam tetap di negara itu dalam acara halal bihalal di lobi KBRI Veirut, 15 Juni 2018. (KBRI Beirut buat Albalad.co)

Empat mahasiswa Indonesia jadi imam tetap di Libanon dapat penghargaan

"Kalau orang Arab imam di Indonesia itu biasa, tapi jika orang Indonesia jadi imam di Arab itu luar biasa," kata Chozin Chumaidy.





comments powered by Disqus