kabar

Duta besar Amerika berhenti main Twitter setelah diejek habis-habisan

Seorang fotografer AFP di lokasi kejadian bilang tidak ada kerusakan, apalagi korban tewas.

25 Maret 2015 17:06

Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya Deborah Jones bilang akan berhenti berkomunikasi lewat Twitter setelah diejek habis-habisan di dunia maya.

Pelecehan itu dimulai setelah Jones Senin lalu menulis komentar di akun Twitternya soal sebuah serangan udara di wilayah tenggara Ibu Kota Tripoli, Libya.

Pasukan propemerintah mengklaim serangan itu menghantam gudang senjata milik milisi Islam. Insiden ini dikabarkan menewaskan pula delapan pengungsi.

Dengan hanya merujuk pada informasi satu pihak, Jones langsung berkomentar. "Berita mengerikan hari ini dari Tarhuna di mana delapan pengungsi Tawergha tak berdosa terbunuh dalam serangan udara," katanya melalui @SafiraDeborah, merujuk pada nama suku minoritas di Libya.

"Serangan ini tidak sesuai kepentingan semua pihak," tulisnya. Jones memiliki akun Twitter sejak tahun lalu telah memiliki 50 ribu pengikut.

Tak lama sehabis itu, Jones mulai kebanjiran hinaan. "Tak diragukan lagi, Anda gila," kata seorang pengguna Twitter. Yang lain menulis, "Perempuan tua, pergi sana (dari Libya)."

Jones rupanya tidak kuat mental. Dua jam kemudian dia pamit dari Twitter, barangkali untuk selamanya, dengan menulis kalimat perpisahan dalam bahasa Arab: "Massalamah (selamat tinggal)."

Seorang pewarta foto dari kantor berita AFP berada di lokasi kejadian setelah serangan udara itu selesai bilang ada lubang berukuran besar di tengah lapang dekat sebuah desa. Namun tidak ada tanda-tanda kerusakan akibat gempuran udara ini.

Jones ditunjuk sebagai duta besar buat Libya pada Maret 2013. Dia menggantikan mendiang Chris Stevens tewas bareng tiga warga Amerika lainnya setahun sebelumnya dalam sebuah serangan terhadap kantor Konsulat Amerika di Kota Benghazi, Libya. Jones sebelumnya menjabat duta besar untuk Kuwait selama 2008-2011.

Libya dibekap konflik bersenjata antar milisi selepas tumbangnya rezim Muammar al-Qaddafi empat tahun lalu. Negara ini kini terbagi dalam dua pemerintahan dan dua parlemen setelah Tripoli dikuasai milisi Islam disokong Libya Dawn. Sedangkan pihak internasional mengakui pemerintahan dan parlemen Libya mengungsi ke Kota Tobruk, timur Libya.

Pengungsi Palestina di Yordania. (Middle East Monitor)

Arab Saudi tolak beri visa haji bagi pengungsi Palestina di Yordania

Penolakan ini atas instruksi dari pemerintah Yordania.

Ulama Arab Saudi Syekh Sulaiman ad-Dawisy. (Twitter/@Prisoners of Conscie)

Ulama Arab Saudi meninggal dalam penjara karena disiksa

Syekh Sulaiman adalah orang ketiga tewas dalam penjara setelah Mayor Jenderal Ali al-Qahtani (Maret 2018) dan seniman Muhammad Bani ar-Rumaili al-Anzi (Juli 2018).

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Kesehatan Raja Salman memburuk

Memburuknya kesehatan Raja Salman ini terjadi menjelang pertemuan keluarga besar Bani Saud bakal digelar di Makkah saat hari raya Idul Adha. Raja Salman ingin mendamaikan Pangeran Muhammad bin Salman dengan para pangeran senior dan berpengaruh.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Pasukan pengawal Khamenei ditempatkan di perbatasan Iran-Irak

Brigade As-Sabrin biasa diterjunkan di lokasi-lokasi bakal dikunjungi Khamenei.





comments powered by Disqus