kabar

Operasi Badai Gila

Inilah perang terbuka antara Iran dan Saudi dengan Yaman sebagai palagan.

27 Maret 2015 11:37

Waktu salat zuhur untuk Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, baru saja lewat semenit. Namun Raja Salman bin Abdul Aziz sudah geregetan setelah memperoleh informasi pasukan pemberontak Syiah Al-Hutiyun di Yaman terus merangsek istana presiden di Kota Aden, Yaman.

Di sanalah Presiden Abidrabbu Mansyur Hadi, diakui oleh masyarakat internasional,  mengungsi setelah milisi Al-Hutiyun menguasai Ibu Kota Sanaa sejak Januari lalu. Dia mengumumkan Aden sebagai ibu kota de facto Yaman.

Melihat kemungkinan pasukannya kalah, pengganti Presiden Ali Abdullah Saleh ini - terguling lewat unjuk rasa besar-besaran empat tahun lalu - meminta bantuan militer dari GCC (Dewan Kerja Sama Negara-negara Teluk). Hadi terdesak di Aden berhasil menyusup keluar dan telah tiba di Riyadh.

Raja Salman kemarin pukul 12 siang memerintahkan serangan terhadap basis Al-Hutiyun di Yaman, seperti dilansir stasiun televisi Al-Arabiya mengutip sejumlah sumber di Saudi.

Beberapa jam kemudian jet-jet tempur Angkatan Udara Arab Saudi menggempur pangkalan udara di Ibu Kota Sanaa, Yaman. "Dan sistem pertahanan udara mereka," kata seorang sumber.

Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat Adil al-Jubair bilang kepada wartawan di Ibu Kota Washington D.C., Amerika, negaranya telah melancarkan operasi militer bersandi Badai Gila disokong sepuluh negara Arab lainnya. "Kami akan melakukan apa saja untuk melindungi pemerintahan sah Yaman," ujarnya.

Setelah perintah itu keluar, wilayah udara Yaman menjadi zona terbang terbatas untuk kepentingan militer.

Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Muhammad bin Salam sebenarnya sudah memperingatkan Ahmad Ali Abdullah Saleh, putra dari mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, untuk tidak mengepung Aden setelah menguasai Taiz. Namun pasukan gabungan Al-Hutiyun dan pendukung setia Saleh itu terus maju ke Aden untuk mengontrol Yaman secara keseluruhan.

Iran mengecam serangan koalisi Arab ini sebagai tindakan melanggar kedaulatan Yaman. Inilah perang terbuka antara Iran dan Saudi dengan Yaman sebagai palagan.

Berikut daftar koalisi Arab ikut dalam operasi Badai Gila dipimpin Arab Saudi:

Arab Saudi: seratus jet tempur dan 150 ribu tentara Uni Emirat Arab: 30 jet tempur Bahrain: 15 jet tempur Kuwait: 15 jet tempur Qatar: sepuluh jet tempur Yordania: enam jet tempur Maroko: enam jet tempur Mesir: empat kamapl perang Sudan: tiga jet tempur Amerika Serikat dan Turki menyatakan bakal memberi sokongan logistik. Pakistan bilang akan ikut mendukung operasi militer itu.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.





comments powered by Disqus