kabar

Perang telah tiba di Sanaa

"Kenapa mereka datang dan melibatkan diri ke dalam persoalan kami?"

27 Maret 2015 18:16

Kilat, suara ledakan, dan gumpalan asap pekat kemarin dini hari memecah kesunyian Ibu Kota Sanaa, Yaman.

Paginya kelihatan jelas akibat dari serbuan udara itu. Permukiman bersebelahan dengan Bandar Udara Internasional Ar-Rahaba luluh lantak. Kawasan ini dipenuhi reruntuhan bangunan dan bangkai mobil. Landasan terbang juga rusak. Bau sangit memenuhi udara.

Penduduk setempat berkumpul di lokasi serangan dan kelihatan tidak percaya. Perang telah tiba di Sanaa. "Perang benar-benar sudah datang," kata teknisi penerbangan Ahmad Ali, 60 tahun, kepada stasiun Al-Jazeera hari ini.

Kota Tua Sanaa memang tidak tersentuh, tapi suara jet tempur menyelimuti langit ibu kota sepanjang malam.

"Itu mirip mimpi buruk. Saya belum pernah mendengar seperti ini sejak saya berumur tujuh tahun," ujar Ali. "Saya tidak ingat apakah serbuan udara itu seburuk saat revolusi 1962, tapi kemarin tidak terbayangkan."

Dewan Kerja Sama Negara-negara Teluk (GCC) dan sekutunya, beranggotakan sepuluh negara dipimpin Arab Saudi, telah melancarkan operasi militer bersandi Badai Gila terhadap penberontak Syiah Al-Hutiyun, menguasai Sanaa Januari lalu dan merangsek hingga ke Aden. Situasi kian buruk ini memaksa Presiden Abdu Rabbu Mansyur Hadi lari ke Saudi.

Banyak orang takut mereka bakal mengungsi, sebagian keluarga sudah mencari tempat perlindungan khawatir apa yang bakal terjadi selanjutnya.

Ahmad Tariq, pemilik agen perjalanan di kawasan Al-Hasada di Jalan Qiyadah kelihatan khawatir dan tegang. Setelah terjaga pada pukul dua dini hari karena suara-suara ledakan keras, dia tidak bisa tidur lagi. Dia kemarin memutuskan meliburkan usahanya.

Dia percaya serbuan udara memang diperlukan. "Al-Hutiyun tidak peduli rakyat. Mereka cuma ingin kekuasaan dan berpatroli di jalan-jalan dengan senjata," tuturnya. "Mereka menolak berunding."

Meski sebagian penduduk berusaha menjalani kegiatan rutin, suasana tegang dan cemas membekap jalan-jalan di seantero Sanaa. Sebuah kawasan kedai kopi biasanya dipenuhi orang bercengkerama sepi.

Sekolah dan universitas masih tutup. Sebagian penduduk memilih tinggal di rumah lantaran seharian kemarin gempuran udara dan suara jet tempur menyelimuti Sanaa.

Nawal Ahmad, pegawai kantor imigrasi Sanaa, mengaku melek semalaman dan menangis. "Kenapa mereka datang dan melibatkan diri ke dalam persoalan kami?" katanya merujuk pada pasukan koalisi dikomandoi Arab Saudi. "Kami rakyat Yaman. Kami akan berusaha mencari cara untuk menyelesaikan krisis ini."

Banyak warga Sanaa meyakini serangan udara tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Mereka mesti siap begadang karena perang sudah mampir di Sanaa.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Netanyahu targetkan buka hubungan diplomatik dengan Arab Saudi tahun depan

Banyak negara Arab ingin bekerjasama dengan Israel dalam sektor keamanan dan pertahanan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan penguasa Oman Sultan Qabus bin Said di Muskat, 26 Oktober 2018. (Courtesy)

Oman dan Sudan izinkan wilayah udara mereka dilintasi pesawat Israel

Klaim Netanyahu ini sekaligus membuktikan kian mesranya hubungan antara negara-negara berpenduduk mayoritas muslim dengan Israel.

Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad ats-Tsani. (tamimhkalthani.com)

Emir Qatar tidak hadiri KTT Dewan Kerjasama Teluk

Dia mengutus menteri negara urusan luar negeri. Sedangkan lima anggota GCC lainnya - Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Oman - diwakili rajanya masing-masing.

Uskup Ava Morkos memimpin misa Kristen Koptik pertama di Arab Saudi pada 2 Desember 2018. (Twitter/DrMahmoudRefaat)

Menanti salib tegak di negara Kabah

Raja Abdullah pernah bertemu Paus Benediktus XVI dalam kunjungan ke Vatikan pada 2007.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu targetkan buka hubungan diplomatik dengan Arab Saudi tahun depan

Banyak negara Arab ingin bekerjasama dengan Israel dalam sektor keamanan dan pertahanan.

11 Desember 2018

TERSOHOR