kabar

Nasrallah bilang Arab mestinya bersatu serbu Israel bukan Yaman

"Ini berarti di mata Saudi, Israel bukan musuh atau ancaman perlu dilakukan operasi Badai Gila," kata Nasrallah.

28 Maret 2015 08:05

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah kemarin mengecam serangan pasukan koalisi Arab dikomandoi Arab Saudi terhadap milisi Syiah Al-Hutiyun di Yaman. Dia menyebut intervensi militer Saudi dalam operasi bersandi Badai Gila itu mengejutkan sekaligus menyakitkan.

Gempuran udara terhadap pemberontak Al-Hutiyun berlangsung sejak Kamis dini hari setelah Presiden Abdurabbu Mansyur Hadi meminta bantuan kepada GCC (Dewan Kerja Sama Negara-negara Teluk). Posisi kepala negara Yaman ini kian terdesak setelah mengungsi ke Aden lantaran pasukan Al-Hutiyun merebut Sanaa Januari lalu.

Arab Saudi beralasan campur tangan militer diperlukan untuk melindungi pemerintahan sah dipimpin Hadi telah kabur ke negara itu. Namun koalisi beranggotakan sepuluh negara Arab ini belum memutuskan apakah bakal melanjutkan dengan serangan darat.

Nasrallah mempertanyakan kenapa Saudi baru terlibat dalam konflik di Yaman setelah banyak krisis melanda negara-negara Arab. Dia menyebut operasi Badai Gila itu mestinya dilancarkan terhadap Israel.

"Kalian bilang perkembangan di Yaman mengancam keamanan nasional kalian. Tidakkah kalian merasa terancam oleh Israel, salah satu negara paling kuat militernya di dunia?" kata Nasrallah. "Ini berarti di mata Saudi, Israel bukan musuh atau ancaman perlu dilakukan operasi Badai Gila."

Nasrallah membantah Iran memberi dukungan militer terhadap pemberontak Al-Hutiyun. Selama ini banyak pihak meyakini Hizbullah dan Al-Hutiyun sama-sama mendapat sokongan dana dan militer dari negeri Persia itu.

Menurut dia, campur tangan Saudi ini lantaran negara Dua Kota Suci itu telah kehilangan kontrol atas Yaman. "Tujuan dari perang ini untuk mengembalikan kontrol dan hegemoni (Saudi) di Yaman," dia menegaskan.

Tapi Nasrallah yakin tindakan Saudi itu hanya bakal mempermalukan mereka. "Haruskah negara-negara Arab ikut berperang di Yaman karena uang Saudi?"

Dia bilang Iran telah memperluas pengaruhnya di Timur Tengah lantaran, "Kalian (Saudi) malas, pecundang, dan tidak bertanggung jawab."

Muazin Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi. (Saudi Gazette/Courtesy)

Masjid Nabawi punya 17 muazin

Tiap hari ada tiga muazin bertugas di Masjid Nabawi.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tradisi bunuh diri depan Kabah

Bila saban tahun ada saja orang bunuh diri atau berusaha untuk melakoni itu, kian rusaklah citra kota kelahiran nabi itu.

Duta Besar Indonesia buat Libanon Achmad Chozin Chumaidy menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa Indonesia menjadi imam tetap di negara itu dalam acara halal bihalal di lobi KBRI Veirut, 15 Juni 2018. (KBRI Beirut buat Albalad.co)

Empat mahasiswa Indonesia jadi imam tetap di Libanon dapat penghargaan

"Kalau orang Arab imam di Indonesia itu biasa, tapi jika orang Indonesia jadi imam di Arab itu luar biasa," kata Chozin Chumaidy.





comments powered by Disqus