kabar

Penyayang kucing asal Aleppo

Alaa saban hari mengeluarkan Rp 50 ribu untuk memberi makan kucing-kucing ditinggalkan tuannya mengungsi.

28 Maret 2015 12:07

Alaa bisa dibilang berhati mulia. Dia saban hari bekerja sebagai sopir ambulans. Bertaruh nyawa menolong korban perang di Kota Aleppo, Suriah.

Belas kasihnya tidak mengenal batasan. Dia siap menolong siapa saja korban luka atau meninggal tanpa peduli dari kelompok mana. Apakah FSA (Tentara Pembebasan Suriah), Jabhat Nusrah, atau bahkan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah).

Bukan hanya kepada manusia, kasih sayang juga dia tunjukkan kepada kucing-kucing tak berdosa. Mereka menjadi gelandangan lantaran ditinggal tuannya.

Paling tidak separuh penduduk di Distrik Masaken Hanano, Aleppo telah lari menyelamatkan diri. Sebab kawasan itu juga menjadi palagan antara pasukan pemerintah dan pemberontak.

Kalau lagi senggang, Alaa merawat sekitar 150 kucing tidak bertuan itu. Dia saban hari mengeluarkan US$ 4 atau hampir Rp 50 ribu untuk memberi makan kucing-kucing ini.

Perang kemungkinan besar masih lama mendera Suriah. Kucing-kucing itu tentunya masih akan terlantar jika tanpa bantuan Alaa.

Lebih dari sepertiga warga Suriah telah mengungsi sejak perang meletup empat tahun lalu. Paling tidak 200 ribu orang tewas.

Semoga saja Alaa tetap selamat sehingga mampu terus merawat 150 kucing malang itu.

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, sejak 1975. (Screengrab)

Berkenalan dengan muazin Masjid Al-Haram

Ali Ahmad al-Mulla menjadi muazin Masjid Al-Haram sejak 1975.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.





comments powered by Disqus