kabar

Wartawan ISIS hidup mapan

Bergaji Rp 18 juta per bulan dan mendapat mobil serta rumah.

28 Maret 2015 06:02

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) sadar betul kekuatan media dalam membentuk opini masyarakat. Sebab itu, mereka tidak mau sembarangan memperlakukan wartawan bekerja untuk mereka.

Meski hidup di tengah perang, wartawan ISIS mampu hidup mapan. Gaji dan fasilitas mereka peroleh jauh lebih menggiurkan ketimbang wartawan di negara-negara lain, termasuk Indonesia. Wartawan ISIS tidak perlu capek-capek memikirkan cicilan rumah dan mobil.

Boleh jadi itu sebanding dengan risiko bisa mereka terima saat meliput. Seorang lelaki di Kota Raqqah, Suriah, menceritakan hal itu kepada surat kabar the Financial Times.

"Mereka menawarkan saya gaji US$ 1.500 (setara Rp 18 juta) atau lima kali gaji rata-rata warga Suriah, ditambah mobil, rumah, dan semua kamera saya butuhkan," kata pria menolak disebutkan identitasnya ini. "Saya ingat saat berkeliling ke kantor redaksi ISIS, peralatan mereka miliki mengagumkan."

ISIS memang menjadi kelompok teror paling tajir sejagat. Mereka bisa memperoleh pendapatan US$ 2 miliar per tahun dari penjualan minyak dan gas di pasar gelap. Dari pungutan pajak di Mosul, utara Irak, saja ISIS meraup US$ 8 juta saban bulan. Mereka memang telah menguasai 13 ladang minyak di enam provinsi di Suriah dan Irak.

Irak telah menangkap Menteri Keuangan ISIS Sami Jasim al-Jaburi alias Haji Hamid. (Telegram)

Irak tangkap menteri keuangan ISIS

Haji Hamid dibekuk di luar wilayah Irak.

Lokasi serangan pesawat nirawak Amerika Serikat di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Dikira ISIS, serangan Amerika di Kabul tewaskan sembilan warga sipil

Korban meninggal termasuk enam anak. Mereka semua satu keluarga.

Pasukan Taliban memperketat penjagaan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan. (Al-Hijrat)

Taliban: Serangan pesawat nirawak Amerika tewaskan beberapa pengebom bunuh diri ISIS

Biden kemarin sudah memperingatkan ada ancaman serangan ISKP hingga Selasa pekan depan, merupakan tenggat terakhir pemulangan pasukan Amerika dari Afghanistan. 

Kepulan asap terlihat setelah sebuah roket menghantam sebuah rumah di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, 29 Agustus 2021. (Albalad.co/Supplied)

Pesawat nirawak Amerika ledakkan kendaraan berbahan peledak tengah menuju bandar udara Kabul

Dalam insiden terpisah, sebuah roket menghantam satu rumah di Kabul. Kantor berita Asvaka menulis kejadian ini menewaskan dua orang dan melukai tiga orang lainnya. 





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Arab Saudi cabut kewajiban bermasker di ruang terbuka mulai Ahad

Aturan jaga jarak juga tidak berlaku lagi. Tempat-tempat umum, sarana transportasi, restoran, bioskop, mal, dan lokasi keramaian lainnya juga dizinkan beroperasi dengan kapasitas penuh.

15 Oktober 2021

TERSOHOR