kabar

Persaingan dua milisi jihad

Al-Qaidah tidak berniat membikin khilafah islamiyah, namun ISIS sebaliknya.

02 April 2015 02:32

Tanpa publikasi besar-besaran, Jabhat an-Nusrah (sayap Al-Qaidah di Suriah) Sabtu pekan lalu berhasil merebut seluruh wilayah di Provinsi Idlib, termasuk Kota Idlib, dari kekuasaan pasukan pemerintah Suriah.

Meski lokasi persembunyian pimpinan pusat Al-Qaidah tidak diketahui lokasi - mungkin di sepanjang perbatasan Afghanistan dan Pakistan - para pengikut kelompok bikinan mendiang Usamah Bin Ladin di Suriah itu telah menciptakan ibu kota baru buat menyaingi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Kalau ISIS beribu kota di Raqqah, Idlib menjadi ibu kota Jabhat Nusrah.

Kedua faksi ini pernah saling bertempur di Suriah tapi kemudian muncul kabar mereka bersatu kembali buat menggulingkan rezim Presiden Basyar al-Assad.

Sejatinya pemimpin Al-Qaidah Aiman al-Zawahiri dan pentolan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi tidak pernah menyatakan perang satu sama lain. Sebab dua kelompok Islam militan ini lahir dari rahim sama, yakni Al-Qaidah. Perintis ISIS adalah Abu Musab al-Zarqawi - tewas akibat serangan udara Amerika Serikat pada Juni 2006 di Kota Baqubah, utara Ibu Kota Baghdad, Irak - tadinya merupakan pemimpin AQI (Al-Qaidah di Irak).

Meski masih menjalin hubungan baik dengan jaringan Al-Qaidah, Zarqawi berdarah Yordania kecewa dengan Al-Qaidah dianggap bias dalam perjuangannya. Karena itulah, dia mulai membikin organisasi baru. Tadinya bernama ISI (Negara Islam Irak) lantas berubah menjadi ISIS dan sejak Juni tahun lalu dinyatakan oleh Baghdadi sebagai khilafah Islamiyah. Dia juga mengangkat dirinya sebagai khalifah atau pemimpin kaum muslim sejagat.

Setelah Zarqawi terbunuh, organisasi cikal bakal ISIS itu dipimpin oleh Abu Umar al-Baghdadi dan kemudian beralih ke Abu Bakar al-Baghdadi setelah Abu Umar meninggal. Di tangan Abu Bakar al-Baghdadi, ISIS tersohor setelah mencaplok wilayah seluas Inggris Raya di Suriah dan Irak. Bahkan ISIS dicap sebagai organisasi teroris paling mengerikan lantaran memberlakukan hukuman mengerikan di wilayah kekuasaan mereka.

Walau lahir dari rahim sama, Zawahiri sudah menyatakan ISIS bukan bagian dari Al-Qaidah. Kedua faksi ini memang berbeda secara ideologi. Al-Qaidah berprinsip menyerang warga dan kepentingan negara-negara Barat atau orang-orang Islam bekerja sama dengan pihak Barat atau kafir. Al-Qaidah tidak berniat membikin khilafah islamiyah meliputi seluruh dunia.

Tapi ISIS bersumpah membuat negara Islam global. Mereka tidak hanya menyasar orang Barat dicap kafir, tapi juga memburu sekte-sekte Islam diyakini tidak menjalankan agama disebarkan Nabi Muhammad itu secara murni. ISIS memandang sesat dan menghalalkan darah kaum sufi dan Syiah.

Persaingan keduanya tidak hanya terjadi di Suriah, Irak, Yaman, atau Timur Tengah, tapi sudah meluas hingga ke seluruh dunia.

Berikut daftar kelompok radikal telah berbaiat kepada Al-Qaidah dan ISIS.

Al-Qaidah:

Kelompok Khorasan Al-Qaidah di India Al-Qaidah di Semenanjung Arab (AQAP) berpusat di Yaman Jabhat Nusrah Al-Qaidah di Arab Maghribi Asy-Syabab Al-Murabitun

ISIS:

Dewan Syura Pemuda Islam Dirna di Libya Jamaah Islamiyah Abu Sayyaf di Filipina Dewan Syura Mujahidin Mujahidin Indonesia Timur Jundul Khilafah Ansar Bait al-Maqdis di Semenanjung Sinai Boko Haram di Nigeria

Koreksi ISIS soal juru bicara mereka Abu Umar al-MUhajir masih hidup. Kanan: Kesalahan terjadi saat ISIS mengumumkan Abu Umar al-Muhajir terbunuh. Berita ini ada dalam majalah resmi ISIS, An-Naba, dalam edisi terbaru 19 Mei 2022. (An-Naba/Screencapture Twitter)

Keseleo lidah, ISIS sebut juru bicaranya meninggal

Abu Umar al-Muhajir dipilih pada 10 Maret lalu, berbarengan dengan terpilihnya pemimpin baru ISIS, Abu Al-Hasan al-Hasyimi al-Quraisyi.

Anak-anak sedang memegang bendera ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Amerika berlakukan sanksi atas lima warga Indonesia karena danai ISIS

Dari kelima orang itu, hanya Rudi dan Ari diketahui masih berada di Indonesia. Sedangkan Dandi dan Dini berada di Kayseri (Turki), serta Dahlia di Idlib (Suriah).

Persiapan anggota ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Sinai sebelum menyerang tentara Mesir di Terusan Suez. (Albalad.co/Supplied)

Dalam sepekan, serangan ISIS tewaskan 17 tentara Mesir

ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam dua serangan itu.

Para pengikut ISIS di Irak berbaiat kepada pemimpin baru ISIS Abu al-Hasan al-Hasyimi al-Quraisyi. (ISIS)

ISIS serukan kepada pendukungnya di Israel untuk lancarkan serangan lagi

"Yerusalem hanya bisa dibebaskan melalui khilafah," ujar Abu Umar al-Muhajir.





comments powered by Disqus