kabar

Pemilik terowongan di Rafah diancam penjara seumur hidup

Militer Mesir awal pekan ini menemukan terowongan terpanjang tembus ke Gaza, yakni sejauh 2,8 kilometer.

04 April 2015 08:22

Kabinet Mesir Rabu lalu mengesahkan rancangan undang-undang untuk mencegah maraknya penggalian terowongan di sepanjang daerah perbatasan dengan Jalur Gaza di Rafah, Semenanjung Sinai.

Menurut beleid baru ini, penggalian terowongan merupakan kejahatan dan para pelaku terlibat diancam penjara seumur hidup, seperti dilaporkan surat kabar the Cairo Post Kamis lalu. Siapa saja mengetahui ada terowongan tembus hingga ke Gaza namun tidak memberitahu pihak berwenang juga bisa dikenai hukuman. Aparat keamanan bisa menyita rumah, bangunan, dan alat-alat milik orang-orang terlibat dalam penggalian terowongan.

Militer Mesir awal pekan ini dikabarkan menemukan terowongan terpanjang dari Rafah tembus ke Gaza, yakni sejauh 2,8 kilometer. Mereka menjelaskan telah menghancurkan 22 terowongan lain sehingga terowongan sudah diluluhlantakkan dalam beberapa bulan terakhir berjumlah 200.

Mesir telah membikin kawasan penyangga di perbatasan sejauh satu kilometer dari pagar batas dengan Gaza. Mereka menghancurkan segalanya termasuk ribuan rumah di wilayah itu.

Negara Piramida ini mengumumkan mulai membangun daerah penyangga di perbatasan setelah 30 tentara terbunuh akibat serangan milisi Islam berafiliasi dengan ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) serta lusinan lainnya luka akibat bom bunuh diri pada 24 Oktober 2014.

Mesir menuding terowongan-terowongan di sepanjang Rafah dipakai oleh kelompok militan buat melancarkan serangan di Semenanjung Sinai. Kairo juga menuduh Hamas terlibat dalam semua serangan teror terjadi di Mesir. Mereka telah menyatakan Hamas dan Brigade Izzudin al-Qassam (sayap militer Hamas) sebagai organisasi teroris.

Kebijakan Mesir menghancurkan seluruh terowongan kian membikin 1,6 juta penduduk Gaza menderita lantaran negara itu amat jarang membuka perlintasan Rafah sejak blokade dilakoni pada 2007. Sebab terowongan menjadi satu-satunya pintu keluar masuk orang dan barang ke Gaza.

Empat perempuan pamer bra untuk membubarkan ratusan demonstran Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem, 18 Mei 2019. (Screenshot)

Demonstran Yahudi ultra-Ortodoks bubar karena dihadang perempuan pamer bra

Kaum Yahudi ultra-Ortodoks kerap memprotes pemasangan poster perempuan di tempat umum atau media dengan alasan haram.

Jamaah berkumpul di pelataran Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi, sambil menunggu pembagian makanan berbuka puasa, Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Jamaah Qatar bisa pesan paket umrah setiba di Jeddah

Hubungan Saudi-Qatar memburuk sejak awal Juni 2017.

Iyad al-Baghdadi, aktivis prodemokrasi tinggal di Norwegia menjadi sasaran pembunuhan Arab Saudi. (Twitter)

Tiga teman Khashoggi terancam dibunuh oleh Arab Saudi

Ketiga orang ini adalah Iyad al-Baghdadi (tinggal di Norwegia), Umar Abdul Aziz (menetap di Kanada), dan satu orang belum diketahui identitasnya dan bermukim di Amerika.





comments powered by Disqus