kabar

Majelis Syura Arab Saudi tolak perempuan jadi duta besar

Mereka juga menolak proposal meminta kenaikan gaji diplomat.

09 April 2015 08:31

Majelis Syura Arab Saudi telah menolak gagasan untuk membolehkan diplomat perempuan di negara ini menjabat duta besar.

Lubna al-Ansari, satu dari 30 perempuan ditunjuk menjadi anggota badan penasihat Raja Salman bin Abdul Aziz itu, telah merekomendasikan perempuan bisa memegang jabatan kunci di sektor pemerintahan, keuangan, teknik, dan perwakilan diplomatik, seperti dilaporkan surat kabar Saudi Gazette.

Komite urusan luar negeri Majelis Syura menolak proposal itu. Meski begitu, mereka menyatakan masalah kebijakan bisa ditentukan oleh pihak-pihak berwenang lebih tinggi.

Komite ini menyebut Kementerian Luar Negeri memiliki kewenangan buat mengangkat perempuan menduduki jabatan-jabatan strategis, termasuk duta besar, dan membikin keputusan berdasarkan kualifikasi dan kapabilitas.

Majelis Syura juga menolak proposal terpisah menuntut kenaikan gaji diplomat dan pejabat lainnya bekerja di kantor-kantor perwakilan diplomatik Saudi di luar negeri.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

900 ribu kembang api akan dibakar buat rayakan hari lahir Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dibentuk pada 23 September 1932 oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.





comments powered by Disqus