kabar

Dua cincin berlian seharga Rp 1,6 miliar tertinggal di kamar mandi

"Bahkan selama dua menit saya tidak memegang dua cincin itu karena masih ada banderol harganya," kata Zekelew.

09 April 2015 19:22

Dua cincin berlian seharga US$ 129 ribu atau sekitar Rp 1,6 miliar tertinggal dalam sebuah kamar mandi di Qatar National Convention Centre (QNCC), Ibu Kota Doha, Qatar. Kejadian ini berlangsung Februari lalu saat digelar pameran perhiasan dan jam tangan mewah di sana.

Surat kabar Doha News melaporkan dua cincin mewah ini ditemukan oleh Andnet Zelekew, petugas kebersihan berusia 32 tahun. Dia akhirnya mengembalikan barang temuan berharganya itu dan memperoleh fulus sebagai ucapan terima kasih. Tapi tidak disebutkan berapa jumlah uang jasa dia terima.

Perempuan Kenya ini mengaku hal pertama dia pikirkan adalah siapa pemilik dan bagaimana perasaannya kehilangan perhiasan mewah itu. "Bahkan selama dua menit saya tidak memegang dua cincin itu karena masih ada banderol harganya," kata Zekelew.

Juru bicara QNCC tidak ditulis identitasnya memuji kejujuran dan kebaikan Zekelew. "Atas alasan ini, kami percaya para pekerja kami selalu menampilkan integritas mengagumkan."

Raja Hamad bin Isa al-Khalifah dari Bahrain. (Albawaba)

Raja Bahrain kembalikan status kewarganegaraan 551 warganya

Dalam pengadilan massal pekan lalu, 138 orang diputus kehilangan kewarganegaraannya.

Petugas kebersihan mengumpulkan ribuan jangkrik mati di Masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. (Saudi Gazette)

Ribuan jangkrik serbu Masjid Nabawi

Lebih dari 150 petugas kebersihan telah diterjunkan untuk menyemprotkan pestisida dan mengumpulkan jangkrik-jangkrik mati.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Mengintip hubungan Bin Ladin dengan Qatar

Qatar dituding mendanai kelompok-kelompok teroris.

Hari Valentine. (quotesgiant.com)

Sejumlah restoran di Qatar batalkan perayaan Hari Valentine

Pemerintah Qatar pernah bilang acara-acara non-islami sebaiknya tidak digelar di negara-negara islam.





comments powered by Disqus