kabar

Khamenei bilang kesepakatan nuklir tidak mengikat

"Kami tidak akan meneken perjanjian apapun kecuali seluruh sanksi ekonomi dihapus di hari pertama pelaksanaan isi kesepakatan," kata Rouhani.

10 April 2015 08:48

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei kemarin menyatakan kerangka kesepakatan soal program nuklir Iran tercapai di Kota Lausanne, Swiss, pekan lalu, belum final dan tidak mengikat.

"Saya tidak menolak hasil perundingan baru-baru ini. Menurut para pejabat Iran terlibat dalam negosiasi itu, belum ada tindakan diambil dan belum ada hasil mengikat," kata Khamenei dalam pidato televisi.

Belajar dari pengalaman masa lalu, dia tidak yakin soal perundingan dengan Amerika Serikat, namun membolehkan pembicaraan damai itu berjalan. Dia menekankan dirinya mendukung perundingan tengah berlangsung dan akan menyokong kesepakatan bila tetap menjaga kehormatan dan kepentingan Iran.

Khamenei bilang terlalu dini untuk menyimpulkan perundingan di Lausanne bakal mengarah pada sebuah perjanjian. Dia menyerukan kepada rakyat Iran untuk menahan diri buat menyatakan kemenangan atau kegagalan dalam perundingan itu.

"Saya benar-benar meyakini tim perunding tapi saya mencemaskan pihak lain berusaha menipu. Ini mengenai detail," ujar Khamenei. "Pihak penipu ingin menusuk Iran dari belakang mengenai detail, jadi terlalu cepat buat menyatakan selamat."

Pada kesempatan itu, Khamenei memuji pencapaian Iran dalam teknologi nuklir. Dia mengulangi lagi klaim program nuklir tengah dikembangkan negaranya untuk tujuan damai.

Menurut Khamenei, Amerika telah menerbitkan sebuah dokumen kebanyakan isinya keliru setelah perundingan di Lausanne. "Saya sudah memberikan Presiden Rouhani daftar prinsip dan larangan saya. Di luar itu, saya tidak mau terlibat dengan rincian (kesepakatan)," tuturnya.

Dia menekankan telah memerintahkan tim juru runding untuk menegaskan kepada pihak Barat Iran tidak akan mengizinkan tim inspeksi IAEA (Badan Tenaga Atom Internasional) memeriksa fasilitas militer dengan alasan mengawasi program nuklir Iran.

Di hari yang sama, Presiden Iran Hasan Rouhani memperingatkan Teheran tidak bakal meneken kesepakatan akhir bila tak dibarengi pencabutan sanksi ekonomi. Pernyataan Rouhani ini bisa memperumit upaya mencapai perjanjian akhir Juni mendatang. Komentar ini mengisyaratkan bakal ada tuntutan baru dari Iran.

"Kami tidak akan meneken perjanjian apapun kecuali seluruh sanksi ekonomi dihapus di hari pertama pelaksanaan isi kesepakatan," kata Rouhani saat berpidato di upacara perayaan hari teknologi nuklir Iran.

Iran dan enam negara Barat - Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Inggris, Cina, dan Jerman - minggu lalu menyepakati kerangka perjanjian untuk mencegah Iran meraih teknologi buat membikin bom nuklir. Sebagai balasan, negeri Persia ini bakal segera mendapat akses terhadap perbankan, pasar minyak dunia, dan aset keuangan telah diblokir oleh Barat.

Namun kerangka kesepakatan itu tidak menyebut soal pencabutan sanksi ekonomi segera. Hukuman itu baru akan dicabut bila Iran mematuhi semua kerangka perjanjian. Jika gagal, sanksi bakal diberlakukan lagi.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Pasukan pengawal Khamenei ditempatkan di perbatasan Iran-Irak

Brigade As-Sabrin biasa diterjunkan di lokasi-lokasi bakal dikunjungi Khamenei.

Revital, putri dari seorang rabbi, berpose di depan altar Sinagoge Zargariyan di Ibu Kota Teheran, Iran, 2 Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Amerika berlakukan lagi sanksi ekonomi atas Iran

Iran baru menikmati pencabutan sanksi ekonomi sejak Januari 2016.

Mahdi Hasyimi Rafsanajani, putra dari mantan Presiden Iran Akbar Hasyimi Rafsanjani. (fars)

Mantan Presiden Iran Rafsanjani wafat

Pada 2015, Rafsanjani bilang Iran akan dihapus dari peta dunia.

Poster mendiang pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatullah Khomeini di Bandar Udara Mehrabad di Ibu Kota Teheran, Iran, Juni 2016. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Dilarang Khamenei, Ahmadinejad bilang tidak akan ikut pemilihan presiden Iran

Keputusan Ahmadinejad ini bisa kian memuluskan jalan Presiden Hasan Rouhani terpilih buat periode kedua.





comments powered by Disqus