kabar

Mufti agung Saudi serukan wajib militer

"Wajib militer bagi para pemuda kita penting dan perlu untuk memastikan kekuatan kita tidak bisa dikalahkan," kata Syekh Abdul Aziz.

11 April 2015 20:29

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh dalam khotbah Jumat kemarin di Ibu Kota Riyadh menyerukan pemerintah memberlakukan wajib militer bagi para pemuda.

"Wajib militer bagi para pemuda kita penting dan perlu untuk memastikan kekuatan kita tidak bisa dikalahkan," kata pemimpin tertinggi Islam di negeri Dua Kota Suci itu, seperti dilaporkan situs berita Akhbaar24.

Seruan Syekh Abdul Aziz ini keluar setelah pasukan koalisi Arab dipimpin Saudi melancarkan operasi militer bersandi Badai Ketegasan terhadap pemberontak Al-Hutiyun di Yaman.

"Kita harus mempersiapkan para pemuda dengan cara tepat sehingga mereka  dapat menjadi benteng kita buat berjihad di jalan Allah melawan musuh-musuh agama dan negara," ujarnya.

Hingga kini belum ada isyarat serangan udara terhadap milisi Syiah Al-Hutiyun itu bakal segera berakhir. Keputusan untuk melakukan serangan darat juga belum keluar.

Riyadh mengaku terpaksa terlibat secara militer dalam konflik politik di Yaman setelah diminta presiden terguling Abdurabbu Mansyur Hadi telah lari ke Saudi.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Ambisi bobrok Arab Saudi dalam Perang Yaman

Sebanyak 31 persen serangan udara mengincar target-target non-militer, termasuk 386 areal pertanian, 183 pasar, 102 instalasi air dan listrik, serta 62 gudang makanan.

Paspor milik Abdul Munthalib Husain Ali, warga Mesir tewas akibat pecahan peluru kendali ditembakkan milisi Al-Hutiyun dari Yaman ke Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Peluru kendali Al-Hutiyun hantam Riyadh tewaskan satu orang

Namun serangan dilakukan sejak Maret 2015 itu boleh dibilang gagal karena belum mampu menumpas Al-Hutiyun.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Pemberontak Al-Hutiyun di luar istana presiden di Ibu Kota Sanaa, Yaman. (www.bbc.com)

Pisah Yaman

Kekalahan koalisi di Yaman Selatan bisa mengakhiri bulan madu antara UEA dan Saudi dalam Perang Yaman.





comments powered by Disqus