kabar

Mufti agung Saudi serukan wajib militer

"Wajib militer bagi para pemuda kita penting dan perlu untuk memastikan kekuatan kita tidak bisa dikalahkan," kata Syekh Abdul Aziz.

11 April 2015 20:29

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh dalam khotbah Jumat kemarin di Ibu Kota Riyadh menyerukan pemerintah memberlakukan wajib militer bagi para pemuda.

"Wajib militer bagi para pemuda kita penting dan perlu untuk memastikan kekuatan kita tidak bisa dikalahkan," kata pemimpin tertinggi Islam di negeri Dua Kota Suci itu, seperti dilaporkan situs berita Akhbaar24.

Seruan Syekh Abdul Aziz ini keluar setelah pasukan koalisi Arab dipimpin Saudi melancarkan operasi militer bersandi Badai Ketegasan terhadap pemberontak Al-Hutiyun di Yaman.

"Kita harus mempersiapkan para pemuda dengan cara tepat sehingga mereka  dapat menjadi benteng kita buat berjihad di jalan Allah melawan musuh-musuh agama dan negara," ujarnya.

Hingga kini belum ada isyarat serangan udara terhadap milisi Syiah Al-Hutiyun itu bakal segera berakhir. Keputusan untuk melakukan serangan darat juga belum keluar.

Riyadh mengaku terpaksa terlibat secara militer dalam konflik politik di Yaman setelah diminta presiden terguling Abdurabbu Mansyur Hadi telah lari ke Saudi.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Dua pilot Arab Saudi tewas di Yaman

Keterlibatan pasukan koalisi Saudi di Yaman membikin negara Saba itu mengalami tragedi kemanusiaan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

900 ribu kembang api akan dibakar buat rayakan hari lahir Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dibentuk pada 23 September 1932 oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Pasukan koalisi Arab Saudi akui ledakkan bus sekolah menewaskan 40 anak di Yaman

Dua pekan setelah pengeboman bus sekolah di Saadah, serangan pasukan koalisi dipimpin Arab Saudi terhadap Kota Al-Hudaidah menewaskan paling sedikit 26 anak.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Anak Raja Salman ancam anak-anak dan perempuan Yaman jadi target serangan

"Kami ingin anak-anak, perempuan, dan bahkan kaum lelaki mereka menggigil ketakutan ketika mendengar nama Arab Saudi disebut."





comments powered by Disqus