kabar

Mufti agung Saudi serukan wajib militer

"Wajib militer bagi para pemuda kita penting dan perlu untuk memastikan kekuatan kita tidak bisa dikalahkan," kata Syekh Abdul Aziz.

11 April 2015 20:29

Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh dalam khotbah Jumat kemarin di Ibu Kota Riyadh menyerukan pemerintah memberlakukan wajib militer bagi para pemuda.

"Wajib militer bagi para pemuda kita penting dan perlu untuk memastikan kekuatan kita tidak bisa dikalahkan," kata pemimpin tertinggi Islam di negeri Dua Kota Suci itu, seperti dilaporkan situs berita Akhbaar24.

Seruan Syekh Abdul Aziz ini keluar setelah pasukan koalisi Arab dipimpin Saudi melancarkan operasi militer bersandi Badai Ketegasan terhadap pemberontak Al-Hutiyun di Yaman.

"Kita harus mempersiapkan para pemuda dengan cara tepat sehingga mereka  dapat menjadi benteng kita buat berjihad di jalan Allah melawan musuh-musuh agama dan negara," ujarnya.

Hingga kini belum ada isyarat serangan udara terhadap milisi Syiah Al-Hutiyun itu bakal segera berakhir. Keputusan untuk melakukan serangan darat juga belum keluar.

Riyadh mengaku terpaksa terlibat secara militer dalam konflik politik di Yaman setelah diminta presiden terguling Abdurabbu Mansyur Hadi telah lari ke Saudi.

Salah satu korban dalam serangan pasukan koalisi Arab Saudi terhadap sebuah bus sekolah pada Kamis pagi, 9 Agustus 2018, di Provinsi Saada, Yaman. (CNN)

Pasukan koalisi Arab Saudi serang bus sekolah di Yaman, 50 anak tewas

Juru bicara pasukan koalisi Saudi Kolonel Turki al-Maliki menekankan bus sekolah itu merupakan target sah untuk diserang.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Grafiti menentang perang di Yaman. (Middle East Monitor)

Ambisi bobrok Arab Saudi dalam Perang Yaman

Sebanyak 31 persen serangan udara mengincar target-target non-militer, termasuk 386 areal pertanian, 183 pasar, 102 instalasi air dan listrik, serta 62 gudang makanan.

Paspor milik Abdul Munthalib Husain Ali, warga Mesir tewas akibat pecahan peluru kendali ditembakkan milisi Al-Hutiyun dari Yaman ke Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi. (Al-Arabiya)

Peluru kendali Al-Hutiyun hantam Riyadh tewaskan satu orang

Namun serangan dilakukan sejak Maret 2015 itu boleh dibilang gagal karena belum mampu menumpas Al-Hutiyun.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Raja Salman tidak tepati janji beri santunan bagi korban derek jatuh di Masjid Al-Haram

Lagi-lagi Arab Saudi melanggar janji untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas tabrakan arus jamaah haji menewaskan lebih dari 2.400 orang. Raja Salman juga menolak meminta maaf dan mengakui kesalahan.

20 Agustus 2018

TERSOHOR