kabar

Buat pertama kali dalam 85 tahun Quran dibaca di Hagia Sophia

Pembacaan Quran itu berlangsung dalam pembukaan pameran kaligrafi bertajuk Cinta Nabi.

12 April 2015 07:23

Seorang ulama untuk pertama kali dalam 85 tahun membaca Al-Quran di Hagia Sophia, bangunan tersohor di dunia terletak di Kota Istanbul, Turki.

Hagia Sophia diubah menjadi museum terbuka untuk umum pada 1930-an oleh para pendiri Turki modern. Kaum sekuler di negara ini mencemaskan segala upaya untuk mengislamkan kembali fungsi bangunan itu.

Pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran itu berlangsung Jumat lalu dalam upacara pembukaan pameran bertema "Cinta Nabi". Pembacanya adalah Ali Tel, imam Masjid Ahmet Hamdi Akseki di Kota Ankara, Turki, seperti dilaporkan kantor berita resmi Turki Anatolia.

Pembukaan pameran ini dihadiri para pejabat Turki, termasuk Mehmet Gormez, kepala lembaga urusan agama Diyanet. Eksibisi kaligrafi bertema cinta Nabi Muhammad ini berlangsung hingga 8 Mei.

Hagia Sophia dibangun pada abad keenam sebagai gereja oleh kekaisaran Bizantium. Saat pasukan kesultanan Usmaniyah dipimpin Mehmet II pada 1453 mencaplok Konstantinopel, nama Istanbul sebelumnya, Hagia Sophia segera beralih fungsi menjadi masjid. Sejumlah menara dibangun.

Masjid Hagia Sohia ini bertahan hingga runtuhnya kekaisaran Usmaniyah di pertengahan 1930-an saat pendiri negara Turki Mustafa Kemal Ataturk memerintahkan Hagia Sophia menjadi museum terbuka buat semua kalangan.

Namun di bawah kekuasaan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), bentukan Recep Tayyip Erdogan dan memerintah sejak 2022, muncul suara-suara untuk mengembalikan Hagia Sophia menjadi masjid.

Wakil Perdana Menteri Turki Bulent Arinc memicu protes pada November 2013 setelah dia mengisyaratkan harapannya untuk mengubah status Hagia Sophia. "Bangunan itu kelihatan bersedih dan diharapkan segera tersenyum lagi," katanya.

Yunani bereaksi dengan menyatakan komentar itu menghina jutaan kaum Nasrani.

Jet pribadi bernomor HZ-SK1 mengangkut para pembunuh wartawan Khashoggi meninggalkan Bandar Udara Ataturk di Kota Istanbul, Turki, menuju Riyadh, Arab Saudi, pada 2 Oktober 2018 pukul 18.20 waktu setempat.(Screengrab)

Potongan tubuh Khashoggi diduga dibawa ke Riyadh

Mayat Khashoggi dimutilasi menjadi 15 bagian.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran pembangkang desak Raja Salman lengser

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz cocok menjadi pengganti.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz pada 19 Oktober 2018 memberhentikan Saud al-Qahtani dari jabatan penasihat istana. (Arab News)

Penasihat istana: Segalanya atas perintah Raja Salman dan putera mahkota

Saud al-Qahtani pernah memperingatkan Jamal Khashoggi untuk berhenti mengkritik kebijakan-kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Kepala Badan Intelijen Arab saudi jenderal Ahmad as-Sirri. (Al-Arabiya)

Arab Saudi pecat kepala intelijen dan penasihat istana karena terlibat pembunuhan Khashoggi

Berdasarkan hasil investigasi internal Arab Saudi, Putera Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, merupakan anak dari Raja Salman, tidak mengetahui operasi pembunuhan Khashoggi.





comments powered by Disqus