kabar

Pelat nomor mobil di Qatar laku Rp 3,3 miliar dalam lelang

Pelat nomor seharga Rp 3,3 miliar itu adalah 377773.

13 April 2015 12:27

Sebuah pelat nomor mobil di Qatar dibeli seharga US$ 257 ribu atau sekitar Rp 3,3 miliar dalam lelang berlangsung dua hari pekan lalu di Ibu Kota Doha. Lelang ini digelar oleh Departemen Lalu Lintas, bagian dari Kementerian Dalam Negeri Qatar.

Lelang ini ditutup pukul sepuluh malam Kamis minggu lalu. Pelat nomor termahal di Qatar seharga Rp 3,3 miliar itu adalah 377773, seperti dilaporkan surat kabar Doha News. Disusul pelat nomor 363636 laku senilai US$ 220 ribu (Rp 2,8 miliar). Pelat paling murah, yakni bernomor 335353 terjual seharga US$ 62.600 (Rp 811 juta).

Ada 24 pelat nomor dilelang. Masing-masing terdiri dari enam angka, dimulai dari angka tiga dan termasuk dua nomor ganda. Peserta lelang mesti menyerahkan deposit US$ 5.500 dan lelang dibuka dengan harga US$ 27.500.

Jika para pemenang lelang ini tidak melunasi harga pelat-pelat nomor pilihan, mereka bisa kehilangan hak atas nomor-nomor itu dan deposit sudah dibayarkan.

Hingga kini seorang pengusaha asal Uni Emirat Arab masih memegang rekor sebagai pemilik pelat mobil termahal sejagat, yakni US$ 14,2 juta (Rp 184 miliar) dengan angka 1.

Seorang lelaki Turki tengah menghancurkan sejumlah telepon seluler menggunakan palu. (Youtube)

Patuhi seruan Erdogan, warga Turki hancurkan iPhone

Dalam video lainnya, seorang bocah lelaki membuang seplastik Coca Cola ke dalam jamban.

Pastor Andrew Brunson. (Yeni Safak)

Pengadilan Turki tolak bebaskan Pastor Andrew Brunson

Pastor Brunson menjadi pangkal memburuknya hubungan Turki-Amerika, setelah Ankara menolak permintaan Washington DC agar dia dibebaskan.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Mengintip hubungan Bin Ladin dengan Qatar

Qatar dituding mendanai kelompok-kelompok teroris.

Hari Valentine. (quotesgiant.com)

Sejumlah restoran di Qatar batalkan perayaan Hari Valentine

Pemerintah Qatar pernah bilang acara-acara non-islami sebaiknya tidak digelar di negara-negara islam.





comments powered by Disqus