kabar

Alasan Jihadi John bergabung dengan ISIS

Muhammad Imwazi alias Jihadi John batal bergabung dengan Asy-Syabab karena takut dibunuh seperti beberapa temannya.

21 April 2015 10:17

Muhammad Imwazi dikenal di seluruh dunia sebagai Jihadi John, algojo ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah), membatalkan rencana awalnya bergabung dengan milisi Islam radikal Asy-Syabab di Somalia. Keputusan ini diambil setelah dia mengetahui teman-temannya, sesama pemuda projihadis asal Ibu Kota London, Inggris, dibunuh oleh Asy-Syabab.

Dia menuding rekan-rekannya itu dikhianati dan ditipu. Karena itulah dia takut bakal bernasib serupa bila ikut berjihad bareng Asy-Syabab. "Dia bilang kepada saya jika pergi ke Somalia dia juga akan terbunuh," kata Aiman, mengaku pernah bekerja untuk ISIS tapi membantah menjadi anggota, kepada surat kabar the Independent.

Aiman bilang bertemu Imwazi tidak lama setelah tiba di utara Suriah. "Aneh, kami berada di tengah perang dan dia berbicara mengenai perang di tempat lain," ujarnya. "Muhammad sangat terobsesi dengan Asy-Syabab, dia benar-benar marah atas apa yang terjadi di Afrika. Beberapa temannya dibunuh, sebagian lagi dipenjara, dan dia mengira mereka sudah dikhianati."

Di antaranya adalah Bilal al-Birjawi dan Muhammad Sakr, anggota kelompok London Boys di mana Imwazi juga bergabung. Birjawi, Sakr, dan Imwazi juga kenal dengan Habib Ghani, suami dari Samantha Lewthwaite, tersohor dengan sebutan Janda Putih, salah satu pengebom dalam insiden London 7/7. Imwazi berteman pula dengan Ali Adorus, kini ditahan di Ethiopia dan keluarganya masih tinggal di utara London.

Imwazi berulang kali mengklaim dia diikuti dinas intelijen Inggris MI5 setelah gagal ke Somalia bareng Adorus lima tahun lalu. Dia menjadi yakin Asy-Syabab telah disusupi agen-agen rahasia Barat.  "Dia (Imwazi) mengatakan kepada saya dia berusaha memperingatkan beberapa temannya tapi terlambat," tutur Aiman, lelaki Suriah berusia 29 tahun cuma mau ditulis nama depan. "Dia benar-benar curiga soal mata-mata. Ambisinya ingin pergi menolong Asy-Syabab tapi dia tidak bisa, jadi dia frustasi."

Di sebuah kedai kopi di Gaziantep, kota kecil di Turki berbatasan dengan Suriah, Aiman menceritakan pertemuannya dengan Imwazi di Manbij, utara Suriah. Mereka berjumpa musim semi tahun lalu sehabis ISIS mengambil alih Manbij dari Jabhat Nusrah, sayap Al-Qaidah di Suriah.

Aiman, lelaki ceking bermata resah, menegaskan dia baru saja mengerjakan sejumlah tugas di Manbij saat ISIS dan Jabhat Nusrah mencaplok kota itu. Dia membantah menjadi anggota salah satu dari dua faksi ini. Dia kemudian kabur ke Turki setelah memastikan keluarganya selamat. "Kami harus bekerja, kalau tidak Nusrah atau ISIS akan menuduh kami bersimpati kepada Assad."

Aiman tidak bisa menjelaskan alasan Imwazi menceritakan rahasia itu kepada dirinya. Dia pertama kali melihat Imwazi sedang berkeliling bareng jihadis lain dari Chechnya, Tunisia, dan Yaman. Mulanya dia mengira Imwazi orang Yaman, tapi setelah mengobrol dengan dirinya, dia tahu Imwazi orang Inggris. Beberapa orang kadang memanggil dia dengan sebutan Al-Brittani, seperti kepada jihadis asal Inggris lainnya.

"Dia bukan komandan, tidak tersohor. Saya ingat obrolan itu karena berlangsung di saat penting, ketika ISIS bertempur menghadapi Jabhat Nusrah," kata Aiman. "Namun orang ini (Imwazi), dia ingin berbicara soal Somalia, benar-benar keren di pikirannya dan dia selalu mengikuti berita dari sana semampunya."

Dia menjelaskan di Raqqah Imwazi tidak pernah kelihatan di tempat umum. "Kami dengar dia benar-benar dipercaya oleh kepemimpinan ISIS dan dia menjadi congkak," ujarnya. Dia mengaku tadinya tidak tahu Imwazi adalah Jihadi John alias algojo ISIS. "Itu benar-benar mengagetkan kami semua."

Seorang mantan sandera ISIS mengatakan kepada surat kabar the Washington Post, Jihadi John sangat terobsesi dengan Asy-Syabab dan memaksa para tawanan menonton rekaman video pertempuran di Somalia.

Aiman mengaku sangat sedikit mengetahui tentang Imwazi selama di Suriah. "Dia hanya muncul di rekaman video, sebelumnya dia bukan siapa-siapa. Barangkali Inggris menyesal tidak membiarkan dia pergi ke Somalia, mungkin dia akan mati seperti teman-temannya," tuturnya seraya tersenyum.

Wartawan Amerika Serikat James Foley saat akan dieksekusi, Agustus 2014. (abcnews.go.com)

Jihadi John diduga kabur dari ISIS

Muhammad Imwazi diyakini kabur dari ISIS beberapa pekan lalu. Dia ketakutan setelah identitas aslinya terbongkar.

Pembelot ISIS bernama Saleh. (thetimes.co.uk)

Alasan sandera ISIS kelihatan tenang saat mau dieksekusi

ISIS kerap mempraktekkan eksekusi bohongan dan meyakinkan semua sandera ini cuma untuk rekaman video.

Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Jihadi John minta maaf kepada keluarga

Muhammad Imwazi meminta maaf melalui pihak ketiga.

Jasim Imwazi, ayah dri Muhammad Imwazi alias Jihadi John, algojo ISIS. (dailymail.co.uk)

Ayah Jihadi John diminta tinggalkan Kuwait

Keberadaan Jasim Imwazi, 51 tahun, memalukan dan memusingkan pemerintah Kuwait.





comments powered by Disqus