kabar

Saudi hentikan serangan ke Yaman

Alasannya milisi Al-Hutiyun tidak lagi menjadi ancaman bagi Arab Saudi dan negara tetangga Yaman lainnya.

22 April 2015 10:03

Setelah berlangsung hampir sebulan, pasukan koalisi Arab dipimpin Arab Saudi kemarin mengumumkan menghentikan serangan udara ke Yaman. Mereka beralasan operasi militer bersandi Badai Ketegasan ini telah berhasil melumpuhkan kekuatan pemberontak Syiah Al-Hutiyun sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi Saudi dan negara tetangga Yaman lainnya.

Juru bicara pasukan koalisi Brigadir Jenderal Ahmad al-Assiri mengatakan dalam jumpa pers di Ibu Kota Riyadh, koalisi Arab akan memulai fase baru disebut Memperbarui Harapan. Tahap ini bakal memusatkan perhatian pada membangun kembali Yaman, mengevakuasi warga sipil, sekaligus tetap mencegah milisi Al-Hutiyun beroperasi lagi di negara itu.

"Untuk melaksanakan hal ini kami akan terus melanjutkan misi," kata Assiri. "Di dalam kota seperti Aden, kami bakal melindungi penduduk sipil dan mencegah milisi melanjutkan kegiatan mereka."

Saudi memimpin pasukan koalisi Arab menggempur Al-Hutiyun setelah Presiden Yaman Abdurabbu Mansyur Hadi, telah lari ke Riyadh, meminta bantuan. Banyak pihak menilai perang di Yaman merupakan konflik terbuka antara blok Sunni dikomandoi Saudi dan kubu Syiah dipimpin Iran.

Dia menambahkan pasukan darat dan laut Saudi akan berjaga di perbatasan untuk mengawasi kalau ada pengiriman senjata buat Al-Hutiyun. Dia mengisyaratkan serangan bakal kembali dilancarkan bila pasukan Al-Hutiyun berulah lagi.

Iran menyambut baik kabar itu. "Sebelum ini kami sudah bilang krisis di Yaman tidak bisa diselesaikan secara militer dan...berhenti membunuhi penduduk sipil tidak berdosa dan tak berdaya tentu saja sebuah langkah maju," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marziah Afkham.

Facebook menghapus artikel the New York Times soal gadis kelaparan di Yaman. (Al-Bawaba)

Facebook hapus artikel soal gadis kelaparan di Yaman

Sejatinya, artikel ini mengecam keterlibatan Arab Saudi dan UEA karena menciptakan krisis kemanusiaan terbesar di Yaman.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Argentina selidiki dugaan kejahatan perang anak Raja Salman dalam Perang Yaman

Save the Children mengatakan 85 ribu anak berumur di bawah lima tahun mati kelaparan di Yaman sejak 2015.

Nura, bukan nama sebenarnya, menjadi cacat akibat serangan udara pasukan koalisi Arab Saudi di Yaman pada 2015. (Save the Children)

Dua pilot Arab Saudi tewas di Yaman

Keterlibatan pasukan koalisi Saudi di Yaman membikin negara Saba itu mengalami tragedi kemanusiaan.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

900 ribu kembang api akan dibakar buat rayakan hari lahir Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dibentuk pada 23 September 1932 oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Ulama Arab Saudi meninggal karena disiksa dalam penjara

Sejak Pangeran Muhammad bin Salman menjabat putera mahkota pada 21 Juni 2017, Arab Saudi getol menangkapi para pembangkang.

22 Januari 2019

TERSOHOR