kabar

Pangeran Saudi dilarang berkomentar di media cetak dan elektronik karena rasis

"Semua warga Saudi sama dalam hak dan kewajiban," tegas Raja Salman.

27 April 2015 21:31

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz telah melarang anggota senior kerajaan Pangeran Mamduh bin Abdurrahman as-Saud tampil di televisi. Dia juga tidak dibolehkan berkomentar di media cetak atau radio.

Dia bahkan tidak diizinkan terlibat dalam semua kegiatan olahraga. Keputusan itu keluar setelah Pangeran Mamduh mempertanyakan kredibilitas kolumnis olahraga Adnan Jastiyah dalam acara bincang-bincang di Saudi Sports Television.

Pangeran Mamduh, anggota kehormatan klub olahraga An-Nasr bermarkas di Ibu Kota Riyadh, bahkan merendahkan Jastiyah dengan menyebut dia sebagai Tarsy, istilah dipakai terhadap anak-anak ditinggalkan orang tua mereka tengah berhaji. Tarsy adalah anak keturunan orang asing hidup ilegal turun temurun dan akhirnya mendapat kewarganegaraan Saudi.

Dalam bincang-bincang lewat telepon itu, Pangeran Mamduh bilang oraang non-Saudi tidak tahu sejarah olahraga di negara kerajaan itu tidak pantas berkomentar. "Bisakah kita di Arab Saudi membawa seseorang dari Tarsy untuk berbicara soal olahraga di Saudi?" tanya sang pangeran.

Jastiyah mengatakan kepada pemandu acara dia tidak mau melanjutkan diskusi setelah komentar rasis Pangeran Mamduh itu.

Komite media olahraga Saudi mengkritik pernyataan Pangeran Mamduh. "Sikap rasis semacam itu tidak sesuai ajaran Islam dan tidak menggambarkan nilai-nilai masyarakat Saudi."

Raja Salman, naik takhta Januari lalu, telah membangun reputasi bagus lantaran berani mengambil keputusan tegas. Dia bulan lalu menegaskan seluruh rakyat Saudi memiliki kedudukan sama.

"Tidak ada perbedaan di antara rakyat Saudi atau wilayah negara ini," ujar Salman di hadapan para pangeran, ulama, hakim, menteri, pejabat, dan perwira militer. "Semua warga Saudi sama dalam hak dan kewajiban."

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

Raja Salman sudah pikun

Dia menanyakan kondisi kesehatan Muammar Qaddafi dalam pertemuan dengan delegasi Libya.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz. (Arab News)

Raja Salman ganti kabinet

Menteri Luar Negeri Adil al-Jubair dicopot.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan Presiden Joko Widodo berdiri di teras Istana Bogor, di sela pertemuan bilateral dilakoni kedua pemimpin itu pada 1 Maret 2017. (Dokumentasi Albalad.co)

Raja Salman dikabarkan sakit parah

Pangeran Ahmad mendapat sokongan dari para pangeran senior untuk menjadi raja Arab Saudi berikutnya.

Pangeran Ahmad bin Abdul Aziz dari Arab Saudi. (huseofsaud.com)

Kelompok pembangkang serukan Pangeran Ahmad rebut takhta Raja Salman

Pangeran Ahmad termasuk tiga orang menolak penunjukan Pangeran Muhammad bin Salman menjadi putera mahkota pada 21 Juni 2017.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi hadiahkan perdana menteri Pakistan Kalashnikov emas

Imran berhasil mendapatkan bantuan US$ 3 miliar buat cadangan devisa dan pinjaman US$ 3 miliar untuk impor minyak.

18 Januari 2019

TERSOHOR