kabar

Alasan memilih nama Abu Bakar al-Baghdadi

Dua nama ini, Abu Bakar dan Al-Baghdadi, memiliki kaitan erat dengan Islam dan gampang diingat.

04 Mei 2015 08:01

Abu Bakar al-Baghdadi, Abu Dua, Syekh Siluman, Awwad Ibrahim Ali al-Badri as-Samarra. Terserah orang mau memanggil lelaki itu dengan sebutan apa. Yang jelas, dia menjadi pemimpin organisasi teroris paling terkenal setelab Usamah Bin Ladin.

Tidak seperti Bin Ladin, pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Baghdadi jarang hadir di hadapan para pejuang setianya dan amat jarang muncul dalam rekaman-rekaman video disebarluaskan ke seluruh dunia. Perilaku inilah membikin dia mendapat julukan Syekh Gaib.

Tidak banyak hal diketahui soal pria dibanderol US$ 10 juta ini. Namun dari namanya ada sedikit petunjuk mengenai latar belakang dan karakternya.

Nama awalnya dikenal, kemungkinan pemberian orang tuanya, adalah Awwad Ibrahim Ali al-Badri as-Samarra. "Dia berasal dari Samarra, kota kecil di utara Irak tempat dia dilahirkan. Jadi sesuai tradisi menjadi nama belakangnya," kata S. Azmat Hasan, mantan duta besar Pakistan buat Suriah dan kini menjadi pengajar di Universitas Seton Hall.

Nama aslinya umum dipakai tapi karena kepanjangan mudah dilupakan, terutama oleh orang-orang berlisan non-Arab. Karena itu ketika kuliah dia mengubah namanya menjadi Al-Baghdadi, berarti dari Baghdad. "Al-Baghdadi kedengaran lebih bergema dan mudah diingat," ujar Hasan.

Dengan nama Al-Baghdadi pula dia memperoleh gelar sarjana jurusan studi Islam dari Universitas Baghdad dan menjadi ulama. Agar sepadan dengan gaung nama belakangnya, Baghdadi memerlukan nama depan lebih menggema. Sebab itu dia memilih nama Abu Bakar.

Abu Bakar amat dikenal sebagai nama mertua Nabi Muhammad sekaligus penasihat utamanya. Dia juga khalifah pertama, gelar diklaim Baghdadi sejak awal Ramadan tahun lalu. "Nama Abu Bakar gampang dikenal lantaran dia menjadi khalifah setelah Nabi Muhammad wafat," tutur Hasan.

Nama ini juga tersohor di kalangan umat Islam seluruh dunia, termasuk penduduk Irak dan Suriah ingin dia rekrut menjadi anggota milisi ISIS. "ISIS sangat memahami psikologi kaum muslim, mereka memakai nama-nama amat berarti di kalangan orang Islam," kata Muhammad Ilminsyawi, peneliti di Middle East Institute. "Nama itu (Abu Bakar al-Baghdadi) sangat penting dan pilihan cerdas untuk tujuan ingin dia capai."

Azzedine Layachi, ahli Timur Tengah dari Universitas Saint John, sependapat. "Abu Bakar bukan dipilih secara acak. Nama ini telah menjadi tradisi, nama berpengaruh dalam keadaan perang."

Pemimpin ISIS telah memilih dua nama Islam benar-benar signifikan. Ini menjadi jaminan namanya bakal terus diingat setelah dia berkuasa. "Dia telah memilih nama ini dengan cermat," ujar Hasan seraya menekankan Usamah Bin Ladin memilih namanya berdasarkan nama klan.

Baghdadi kelihatan ingin sebuah nama mudah dikenal, diingat, dan benar-benar terkait dengan dunia Islam. "Ini seperti membangun citra sebuah perusahaan," tuturnya. "ISIS, seperti Al-Baghdadi, semua orang sekarang tahu mereka."

Namun laporan beredar Baghdadi telah pensiun sebagai khalifah lantaran luka parah di tulang punggung akibat serangan udara pada 18 Maret lalu di Distrik Al-Baaj, Provinsi Ninawih, dekat dengan perbatasan Suriah. Para pentolan ISIS telah mengangkat Abu Alaa Afri, mantan guru fisika asal Irak, sebagai pemimpin sementara. Dia menjalankan tugas harian sebagai khalifah dan bakal menggantikan posisi Baghdadi bila dia meninggal.

Kalau itu menjadi kenyataan dan ISIS mengikuti sejarah kekhalifahan, boleh jadi Abu Alaa Afri bakal mengganti nama depannya dengan Umar, khalifah kedua setelah Abu Bakar.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

ISIS benarkan Abu Bakar al-Baghdadi tewas

Dia dinyatakan terbunuh akibat serangan udara di Provinsi Ninawih, Irak.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

Calon pengganti Baghdadi

Iyad al-Ubaidi dan Ayad al-Jumaili sebagai dua kandidat terkuat merupakan bekas perwira angkatan darat zaman Saddam Husain.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

Rusia sangat yakin serangan udaranya tewaskan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi

Serangan udara itu terjadi pada 28 Mei dini hari di pinggiran selatan Kota Raqqah.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Seorang tentara Libanon todong pasukan Israel agar tidak lewati batas kedua negara

Tentara Libanon tidak disebut namanya ini berteriak ke arah pasukan Israel, "Mundur ke belakang pohon, jangan lewati tapal batas."

18 Desember 2018

TERSOHOR