kabar

Iran larang rambut punk

Mereka menyebut gaya rambut itu seperti pemuja iblis.

05 Mei 2015 11:46

Persatuan Tukang Cukur Iran telah melarang para pemuda bergaya rambut punk dan menghias kepala. Mereka beralasan potongan rambut semacam itu seperti para pemuja iblis.

"Gaya rambut penyembah setan dilarang sekarang," kata Mustafa Govahi, ketua Persatuan Tukang Cukur Iran, seperti dikutip kantor berita ISNA. "Tempat cukur melayani potongan spike bakal dikenai sanksi berat dan izin mereka dicabut."

Potongan rambut punk beberapa tahun terakhir telah menjadi tren di kalangan anak-anak muda di negeri Mullah itu. Pandangan banyak pihak terbelah, tapi pemerintah menyebut gaya rambut seperti itu kebarat-baratan dan tidak islami.

Govahi menyalahkan tempat-tempat gunting rambut menawarkan potongan spike dan layanan lainnya, termasuk membikin tato dan mencabut alis. "Biasanya tempat cukur itu tidak memiliki izin. Mereka telah kami data dan akan kami urus," ujarnya.

Persatuan Tukang Cukur Iran merupakan organisasi penggunting rambut lelaki, sedangkan profesi serupa dijalani kaum hawa memiliki perkumpulan sendiri.

Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. (Kantor Ali Khamenei/New York Post)

Iran persiapkan calon pengganti Khamenei

Pemimpin tertinggi Iran biasanya dijabat seumur hidup.

Pengemudi perempuan. (Ilustrasi/daftynews.com)

Berkerudung asal-asalan di Iran, mobil bakal disita

"Sangat disesalkan, beberapa jalan di ibu kota telah berubah menjadi salon mode."

Coretan di atas potret Ratu Inggris Elizabeth II dalam komplkes Kedutaan Inggris di Ibu Kota Teheran, Iran. Coretan dalam bahasa Parsi ini berbunyi "mampus Inggris." (Channel 2)

Coretan di atas potret ratu

Zarif bilang belum saatnya Amerika mengikuti jejak Inggris membuka kembali kedutaan mereka di Teheran.

Hujan deras di Arab Saudi (SPA)

72 derajat di Iran tapi hujan di Saudi

Gara-gara temperatur kelewat panas, pemerintah Irak mengumumkan libur nasional empat hari.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Qatar tuduh Arab Saudi halangi warganya berhaji

"Tahun ini tidak ada seorang pun warga Qatar benar-benar berupaya untuk berhaji karena mereka sadar tidak mungkin ke sana (Makkah) dalam situasi seperti sekarang," kata manajer sebuah agen perjalanan haji di Ibu Kota Doha, Qatar.

18 Agustus 2018

TERSOHOR