kabar

Aden tanpa makanan, air, dan listrik

Sebagian besar penduduk Aden sudah mengungsi ke kota lain.

08 Mei 2015 13:37

Pertempuran terus berkecamuk di Aden membikin situasi di bekas ibu kota Yaman Selatan ini kian memburuk. Pasukan pemerintah dibantu serangan udara koalisi dipimpin Arab Saudi berebut kuasa dengan pemberontak Al-Hutiyun di sana.

Sebab itu, kota terbesar kedua di Yaman sehabis Ibu Kota Sanaa itu mulai ditinggalkan sebagian besar penduduknya. "Di Aden sekarang tidak ada pasokan makanan, air bersih, dan listrik," kata Saleh bin Salim, warga Aden telah mengungsi, kepada Albalad.co melalui WhatsApp hari ini.

Saleh bersama orang tua dan dua abangnya telah sepuluh hari berlindung di sebuah desa di Mukalla, ibu kota provinsi Hadramaut, selatan Yaman. Mukalla berjarak sekitar delapan jam bermobil dari Aden.

Mereka tadinya tinggal sementara di kediaman kerabat di Distrik Buriqa, setelah meninggalkan rumah di Distrik Mualla, juga di Kota Aden.

Lelaki 24 tahun ini menjelaskan baku tembak berlangsung di hampir semua wilayah di Aden. Komunikasi lewat telepon seluler juga tidak lancar.

Kapal Rwabee berbendera Uni Emirat Arab ditahan oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman sejak 2 Januari 2022 karena membawa peralatan militer Arab Saudi untuk perang di Yaman. (Twitter)

Al-Hutiyun bebaskan sebelas awak kapal Rwabee ditahan sejak Januari

Termasuk satu awak asal Indonesia bernama Surya Hidayat Pratama.

Serangan peluru kendali balistik dilancarkan oleh milisi Al-Hutiyun di Yaman ke arah Jazan, Arab Saudi, pada 24 Desember 2021 menewaskan dua orang, yakni satu warga Saudi dan seorang ekspatriat dari Yaman. (SPA)

Al-Hutiyun bebaskan awak kapal asal Indonesia ditahan sejak Januari

SHP dalam penerbangan dari Sanaa menuju Muskat. Tidak ada komitmen politik atau tebusan dalam proses pembebasannya.

Depot bahan bakar milik Saudi Aramco di Kota Jeddah, Arab Saudi, terbakar akibat serangan milisi Al-Hutiyun dari Yaman pada 25 Maret 2022. (Twitter)

Perdana menteri Israel ikut sedih Arab Saudi sering diserang oleh Al-Hutiyun

Hubungan Saudi-Israel kian mesra dan terbuka sejak Bin Salman menjadi putera mahkota.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Saudi Gazette)

Beda nasib antara Roman Abramovich dengan Bin Salman

Bin Salman memerintahkan membombardir Al-Hutiyun, kelompok bersenjata sokongan Iran, tidak pernah dikenai sanksi. Barat pun tidak memberlakukan hukuman dan mengucilkan Saudi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Hizbullah kehilangan suara mayoritas di parlemen

Perolehan kursi Kubu Independen melonjak sepuluh menjadi 16. Blok Masyarakat Sipil atau Oposisi juga sama: meningkat sebelas kursi menjadi 12.

18 Mei 2022

TERSOHOR