kabar

ISIS ganti seragam eksekusi

Tadinya oranye kini berwarna biru.

10 Mei 2015 22:44

Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) telah mengganti warna seragam sandera mereka bakal dibunuh.

Dalam rekaman video terbaru terlihat sepuluh tawanan akan dieksekusi mengenakan seragam biru bukan lagi oranye. Dalam keadaan mata ditutup mereka disuruh berlutut dan masing-masing siap menunggu peluru menembus dari arah belakang kepala mereka.

Selama ini warna oranye dipakai ISIS terhadap para tawanan mereka sebagai simbol pembalasan atas ratusan tawanan kasus dugaan terorisme di kamp militer Amerika Serikat di Teluk Guantanamo, Kuba. Para narapidana ini berseragam oranye.

Sejatinya ini bukan kali pertama kelompok bikinan Abu Musab al-Zarqawi itu memakaikan seragam biru terhadap sandera mereka. Ketika akan dieksekusi November tahun lalu, selusin tentara Suriah ditawan ISIS juga berseragam biru.

Seorang petugas menggendong anak kecil selamat dari serangan kelompok bersenjata di acara parade militer di Kota Ahwaz, barat Iran, 22 September 2018. (Twitter)

ISIS rilis video pelaku serangan atas pawai militer di Iran

Selain ISIS, Gerakan Bangsa Ahvaz, mendiami Provinsi Khuzestan dan berusaha memerdekakan diri, juga mengklaim sebagai dalang dari serangan itu.

Jihadis ISIS Hasyim Abadi. (Al-Arabiya/Supplied)

Jihadis ISIS dijual seharga US$ 1 juta

Hasyim Abadi adalah adik dari pelaku serangan bunuh diri dalam konser Ariana Grande di Manchester, Mei tahun lalu.

Bos Mayapada Group Dato Tahir berbincang dengan satu keluarga pengungsi Suriah di kamp Azraq, Yordania, pada 27 Oktober 2016. (KBRI Amman buat Albalad.co)

Senjata bikinan Israel ditemukan dalam gudang senjata ISIS

Israel dan ISIS memang memiliki kepentingan sama, yakni menggulingkan rezim Basyar al-Assad disokong oleh Iran.

Poster Huzaifah al-Badri, putra pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, tewas dalam pertempuran di Homs, Suriah. (Amaq)

Putra pemimpin ISIS tewas di Suriah

Baghdadi memiliki empat anak dari istri pertama dan satu putra dari iatri kedua.





comments powered by Disqus