kabar

Redup kilau ISIS

Biasanya tiap pekan 100-200 jihadis asing tiba di Raqqah tapi kini cuma lima atau enam saban minggu.

13 Mei 2015 03:27

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) boleh dibilang seperti fajar semu. Mulanya terlihat seperti harapan baru, ternyata pelan-pelan menjadi petaka. Beginilah kondisi milisi bikinan mendiang pentolan Al-Qaidah Abu Musab al-Zarqawi.

Para jihadis asing tadinya bersemangat dan terpikat dengan mimpi mendirikan khilafah islamiyah - telah diumumkan pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Ramadan tahun lalu - sadar telah salah memilih jalan. Karena itulah kini banyak pembelot dari ISIS.

Sehabis mewawancarai sejumlah pembelot, Ahmad Abdul kadir, pegiat dari lembaga Eye on the Homeland, mengungkapkan bulan lalu saja sekitar seratus pejuang ISIS kabur. "Kebanyakan orang Suriah dan selusin lainnya warga asing," kata Ahmad saat ditemui surat kabar the Daily Beast di kantornya di Urfa, kota di perbatasan Turki-Suriah. "Mereka termasuk satu lelaki dan perempuan Prancis, seorang warga Maroko."

Dia menambahkan Urfa menjadi salah satu jalur dilalui banyak jihadis asing ingin bergabung dengan ISIS di Suriah. Namun belakangan ini jumlah rekrutmen melorot tajam.

Ahmad memperkirakan salah satu alasannya adalah para jihadis sudah ada dalam wilayah ISIS memberitahu rekan-rekan mereka di tanah air untuk tidak datang. Sebab kenyataannya tidak sesuai propaganda disebarluaskan milisi itu. "Biasanya tiap pekan 100-200 jihadis asing tiba di Raqqah, sekarang cuma lima atau enam datang saban minggu," ujarnya.

Dia menjelaskan kepemimpinan ISIS juga sudah tidak ditaati. Semangat para pejuang dan komandan menipis setelah kalah di Kobani (Suriah) dan Tikrit (Irak).

Baghdadi bahkan dalam pernyataan 27 April lalu meminta dan bukan memerintahkan para jihadis agar mau berperang di Irak. "Dia mencemaskan kepemimpinannya lantaran perintahnya tidak ditaati para emir dan pejuang di Suriah," tutur Daniel Milton dan Muhammad al-Ubaidi, dua pengamat dari Pusat Pemberantasan Terorisme di Akademi Militer Amerika Serikat di West Point.

Satu anggota ISKP (Negara Islam Provinsi Khorasan) merupakan ISIS cabang Afghanistan pada 29 Juli 2021 mengeksekusi seorang polisi lalu lintas di Provinsi Kunduz, utara Afghanistan. (Amaq)

ISIS di Afghanistan eksekusi polisi lalu lintas

Wilayah operasi ISIS di Afghanistan adalah di Kunduz, Kunar, Nangarhar, dan Kabul.

Pemimpin ISIS di Somalia Abdul Qadir Mukmin (berjenggot merah) tengah melaksanakan salat Idul Adha berjamaah bersama anak buahnya pada 20 Juli 2021. (ISS)

Dua tahun setelah takluk, ISIS lancarkan 5.795 serangan di 31 negara

Pada semester pertama 2021, sebelas provinsi ISIS mengklaim 1.414 serangan terjadi di 18 negara.

Emir ISIS wilayah Baghdad. (Iraqi National Security Service)

Irak tangkap emir ISIS wilayah Baghdad

ISIS merilis foto pengebom bunuh diri di Sadr City kemarin. Pelakunya orang Irak bernama samaran Abu Hamzah al-Iraqi.

Presiden Libanon Misyal Aun menerima pengunduran diri Menteri Luar Negeri Syarbal Wahbah di kantornya di Ibu Kota Beirut, 19 Mei 2021. (@LBpresidency)

Menteri luar negeri Libanon terpaksa mundur setelah sebut Arab Saudi sokong ISIS

Negara ini memang membutuhkan bantuan keuangan dari negara-negara Arab Teluk supertajir seperti Saudi dan UEA untuk keluar dari kesulitan ekonomi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Iran larang warganya kunjungi Afghanistan

Pertempuran antara Taliban dan pasukan pemerintah Afghanistan dalam beberapa hari terakhir untuk memperebutkan tiga ibu kota provinsi, yakni Kandahar (Provinsi Kandahar), Herat (Provinsi Herat), dan Lasykargah (Provinsi Helmand).

01 Agustus 2021

TERSOHOR