kabar

Takut diganggu jin, murid satu sekolah di Madinah bolos

Ujian semester pun batal dilaksanakan karena tidak ada pelajar hadir.

16 Mei 2015 15:23

Seluruh 181 pelajar di sekolah dasar dan menengah khusus perempuan di Desa Asy-Syalail, Madinah, Arab Saudi, Rabu dan Kamis lalu membolos. Mereka beralasan takut diganggu jin.

Selentingan ada jin menghuni sekolah itu berembus setelah sembilan murid sakit mengaku karena perbuatan jin. Mereka diyakini kesurupan.

Sejumlah sumber mengungkapkan para pelajar itu pingsan dan kejang-kejang saat semester kedua baru mulai berjalan. Karena itu, banyak orang tua percaya ada jin menjadi penghuni sekolah anak mereka.

Lantaran tidak ada satu murid pun masuk, ujian semester tidak bisa digelar. Sekolah pun tidak aman lagi untuk kegiatan belajar mengajar.

Kantor Kementerian Pendidikan Madinah tengah berkonsultasi dengan pihak sekolah agar ujian semester dapat diselenggarakan.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman saat memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi di Istana As-Salam di Kota Jeddah, Arab Saudi, 22 Mei 2018. (SPA)

Anak Raja Salman masih hidup

Pangeran Muhammad bin Salman memimpin rapat Dewan Urusan Pembangunan dan Ekonomi Selasa lalu.

Demonstrasi menolak rencana pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem berlangsung di Jakarta, 11 Mei 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Indonesia batalkan kebijakan visa bagi warga Israel

Israel memang tidak memiliki hubungan resmi dengan Indonesia, namun kedua negara menjalin hubungan ekonomi. Alhasil, warga Israel bisa berkunjung ke Indonesia menggunakan visa pelancong dan bisnis.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Bom waktu di negara Kabah

Raja Salman sudah menanam bom waktu itu sejak April 2015, tiga bulan setelah dirinya naik takhta.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.





comments powered by Disqus