kabar

Sumber dana ISIS

Milisi ini lebih mengandalkan pemasukan dari sektor pajak ketimbang minyak.

20 Mei 2015 07:39

Milisi ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) memiliki pendapatan dan aset lebih dari cukup untuk mendanai pengeluaran mereka. Menurut analisa RAND Corporation, organisasi nirlaba meneliti kebijakan publik, serangan udara pasukan koalisi dipimpin Amerika Serikat dan jatuhnya harga minyak mentah dunia memang menggangu keuangan kelompok bersenjata ini, tapi mereka tetap kuat soal anggaran.

ISIS memperoleh lebih dari US$ 1 juta atau setara Rp 13,2 miliar saban hari dari pemerasan dan pajak. Gaji para pegawai pemerintah Irak dikenai pajak sampai setengahnya sehingga mereka mendapat setidaknya US$ 300 juta per tahun.

Tiap perusahaan mesti membayar seperlima dari nilai kontrak dan pendapatan mereka. Lantaran pemasukan dari sektor perbankan dan minyak melorot, ISIS telah menaikkan persentase pajak dikenakan agar sektor ini menjadi sumber pemasukan utama.

Infrastruktur ladang minyak telah dicaplok ISIS, termasuk kilang-kilang, telah menjadi sasaran gempuran udara pasukan koalisi. Pendapatan dari sektor minyak turun hingga menjadi sekitar US$ 2 juta tiap pekan, namun milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini tidak lagi mengandalkan emas hitam itu sebagai sumber pendanaan.

Banyak dari hasil produksi ladang mkinyak dipakai buat kebutuhan bahan bakar ISIS. Mereka bahkan menjual minyak dengan diskon besar-besaran di tengah fluktuatifnya harga minyak di pasaran lokal. Sebagai contoh, harga jual minyak di Kirkuk lebih rendah ketimbang di Mosul.

Pengeluaran terbesar ISIS adalah gaji, diperkirakan US$ 3 hingga US$ 10 juta saban bulan. Mereka berusaha menyiapkan infrastruktur buat mengawasi semua sektor kehidupan di wilayah kekuasaan mereka.

ISIS menghindari investasi di bidang infrastruktur karena bisa menjadi sasaran mudah serangan musuh dan wilayah mereka kontrol dapat berubah dalam waktu cepat.

Mereka berusaha meminimalkan pengeluaran dengan menjarah peralatan militer, merampas tanah dan infrastruktur, serta menetapkan gaji terbilang rendah bagi para jihadis.

Perkiraan aset dimiliki ISIS setelah mencaplok Mosul, Juni 2014: US$ 875 juta

Sumber-sumber utama dana ISIS pada 2014

Pemerasan dan pajak di Irak: US$ 600 juta Merampok bank-bank pemerintah di Irak: US$ 500 juta Minyak: US$ 100 juta Uang tebusan sandera: US$ 20 juta

Anak-anak sedang memegang bendera ISIS. (www.dailymail.co.uk)

Amerika berlakukan sanksi atas lima warga Indonesia karena danai ISIS

Dari kelima orang itu, hanya Rudi dan Ari diketahui masih berada di Indonesia. Sedangkan Dandi dan Dini berada di Kayseri (Turki), serta Dahlia di Idlib (Suriah).

Persiapan anggota ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) di Sinai sebelum menyerang tentara Mesir di Terusan Suez. (Albalad.co/Supplied)

Dalam sepekan, serangan ISIS tewaskan 17 tentara Mesir

ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam dua serangan itu.

Para pengikut ISIS di Irak berbaiat kepada pemimpin baru ISIS Abu al-Hasan al-Hasyimi al-Quraisyi. (ISIS)

ISIS serukan kepada pendukungnya di Israel untuk lancarkan serangan lagi

"Yerusalem hanya bisa dibebaskan melalui khilafah," ujar Abu Umar al-Muhajir.

Panglima Angkatan Bersenjata Israel (Israel Defense Force) Letnan Jenderal Aviv Kochavi. (IDF)

200 warga Israel menjadi pendukung ISIS

Beberapa lusin warga Israel keturunan Arab sudah pergi ke Suriah, Irak, dan Sinai (Mesir) untuk bergabung dengan ISIS.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Hizbullah kehilangan suara mayoritas di parlemen

Perolehan kursi Kubu Independen melonjak sepuluh menjadi 16. Blok Masyarakat Sipil atau Oposisi juga sama: meningkat sebelas kursi menjadi 12.

18 Mei 2022

TERSOHOR