kabar

Perempuan Saudi habiskan Rp 42 juta setahun buat parfum dan kosmetik

Para ahli internasional memperkirakan konsumsi parfum dan kosmetik oleh penduduk Arab Saudi tahun ini tembus Rp 118,3 triliun.

22 Mei 2015 09:24

Para ahli internasional memperkirakan konsumsi parfum dan kosmetik oleh penduduk Arab Saudi tahun ini tembus 35 miliar riyal Saudi atau setara Rp 118,3 triliun, naik 17 persen ketimbang tahun lalu.

Menurut sebuah penelitian dibahas dalam konferensi dermatologi (ilmu penyakit kulit) ke-12 di Saudi, tahun lalu warga Saudi menghabiskan 30 miliar riyal. Rata-rata perempuan di negara Dua Kota Suci ini menggelontorkan Rp 42 juta setahun buat membeli parfum dan kosmetik.

Para ahli sepakat Saudi merupakan pasar utama parfum dan produk kecantikan di Timur Tengah. Dalam satu dasawarsa terakhir perkembangan pasar parfum dan kosmetik di Saudi salah satu terbesar di dunia.

Ilustrasi perempuan Arab sedang berbicara di telepon seluler. (Arab News)

Perempuan Saudi dilarang bekerja karena bercadar

Bin Salman membolehkan kaum hawa di negara Kabah itu tidak berabaya di tempat umum.

Perempuan Arab Saudi di stadion. (Saudi Gazette)

Saudi izinkan perempuan jadi tentara

Perempuan Saudi kini boleh masuk angkatan bersenjata dan menjadi prajurit, kopral, atau sersan.

Perempuan Arab Saudi pada 1970-an. (Arab News)

Sebelum terjadi penyerbuan Masjid Al-Haram pada 1979, perempuan Saudi tidak wajib berabaya dan berjilbab

"Kami bisa mengenakan baju sepinggang dipadu rok bermacam warna," kenang Manal Aqil.

Masyail al-Jalud, perempuan Arab Saudi berumur 33 tahun, pelesiran ke mal di Kota Jeddah mengenakan blus dan rok pada September 2019. (Twitter)

Tolak berabaya, perempuan Saudi pelesiran ke mal pakai blus dan rok

Bin Salman menyebut Islam tidak mewajibkan perempuan berabaya dan berjilbab serba hitam.





comments powered by Disqus