kabar

Bom bunuh diri pertama hantam masjid Syiah di Saudi

Insiden itu terjadi di Masjid Imam Ali di Desa Al-Qadih.

22 Mei 2015 18:22

Sebuah serangan bunuh diri menghantam satu masjid kaum Syiah di Provinsi Timur, Arab Saudi. Ledakan bom bunuh diri ini berlangsung saat lebih dari 150 jamaah sedang melaksanakan salat Jumat.

Insiden itu terjadi di Masjid Imam Ali di Desa Al-Qadih. Seorang saksi mengatakan kepada kantor berita Reuters suara ledakan sangat dahsyat. Dia memperkirakan paling tidak 30 orang tewas di tempat.

Sejauh ini belum ada pihak mengaku bertanggung jawab.

Stasiun televisi Al-Manar milik milisi Hizbullah di Libanon menayangkan gambar pecahan kaca dan puing dalam masjid. Mayat-mayat berlumuran darah juga bergelimpangan.

Minoritas muslim Syiah di Saudi kebanyakan tinggal di Provinsi Timur. Di sana warga Syiah kerap memprotes rezim Bani Saud lantaran bertindak diskriminatif terhadap mereka.

Provinsi Timur merupakan provinsi terbesar di negara Dua Kota Suci itu dan beribu kota di Dammam. Luasnya 672,522 kilometer persegi dan dihuni lebih dari empat juta penduduk. Perusahaan minyak banyak berdiri di provinsi ini.

Ini menjadi serangan bunuh diri pertama terhadap masjid Syiah di Saudi.

Peristiwa ini berlangsung di tengah keterlibatan Saudi dalam perang di Yaman. Mereka memimpin pasukan koalisi sudah dua bulan menggempur pemberontak Syiah Al-Hutiyun.

Kelompok ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) juga mengancam mencaplok Saudi.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.

Pangeran Bandar bin Sultan, Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat pada 1983-2005. (BBC)

Arab Saudi ancam jual total aset US$ 750 miliar di Amerika Serikat

Keluarga korban Teror 11/9 meyakini sejumlah pejabat Arab Saudi terlibat dalam perencanaan serangan 11 September 2001.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Pangeran Arab Saudi serukan kudeta terhadap Raja Salman

"Kalau Ahmad dan Muqrin bersatu, saya yakin 99 persen anggota keluarga kerajaan, pasukan keamanan, dan tentara akan mendukung mereka," kata Pangeran Khalid, mendapat suaka politik di Jerman sedari 2013.

21 Mei 2018

TERSOHOR