kabar

Mordechai Vanunu: Saya ingin segera tinggalkan Israel

"Kebebasan adalah prioritas pertama saya," kata Vanunu kepada Albalad.co melalui WhatsApp akhir pekan lalu.

25 Mei 2015 10:03

Bulan lalu genap sebelas tahun Mordechai Vanunu, pembocor rahasia nuklir Israel, dilepaskan dari penjara. Tapi dia tidak bebas sepenuhnya.

Karena dianggap ancaman bagi keamanan Israel, sehabis dibebaskan pada April 2004, Vanunu dilarang meninggalkan Israel. Dia tidak boleh mendekati kedutaan besar asing, pelabuhan, atau bandar udara. Dia juga diharamkan berbicara kepada media.

Lantaran itu pula, lelaki 61 tahun ini menolak diwawancarai mengenai pernikahannya dengan Kristin Joachimsen, profesor asal Norwegia. Keduanya mengikat janji sehidup semati Selasa pekan lalu di Gereja Sang Penebus di Kota Yerusalem.

"Kebebasan adalah prioritas pertama saya," kata Vanunu kepada Albalad.co melalui WhatsApp akhir pekan lalu. "Saya ingin segera meninggalkan Israel."

Liv Signe, juru bicara kebijakan luar negeri Partai Tengah di Norwegia, sedang mempertimbangkan untuk melobi Menteri Luar Negeri Borge Brende buat menekan Israel agar Vanunu mendapat visa. “Saya pikir Vanunu pantas datang ke Norwegia dan kita mestinya memberikan dia izin tinggal,” ujarnya.

Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel) membekuk Vanunu pada 1986 di Ibu Kota Roma, Italia, setelah dia membocorkan program rahasia nuklir negara Zionis itu kepada surat kabar terbitan Inggris the Sunday Times. Mantan teknisi di reaktor Dimona di Gurun Negev, selatan Israel, ini kemudian divonis 18 tahun penjara setelah diadili secara tertutup.

Vanunu mengubah namanya menjadi John Crossman setelah berpindah agama dari Yahudi menjadi penganut Nasrani.

Dia pernah bilang kepada Albalad.co, Israel telah menghasilkan 200 bom atom. Dia menegaskan program nuklir Israel membahayakan keamanan dan perdamaian dunia.

Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman. (Arab News)

Trump tidak akan beri sanksi Arab Saudi terkait kasus Khashoggi

Trump mengatakan memelihara relasi baik dengan Arab Saudi sangat penting untuk kepentingan Amerika, Israel, dan para sekutu Amerika di Timur Tengah.

Mordechai Vanunu dan istrinya Kristin Joachimsen setelah menikah di Gereja Sang Penebus, Yerusalem, 19 Mei 2015. (facebook.com)

Vanunu: Israel rahasiakan senjata nuklirnya

"Mereka (Israel) berbohong kepada media soal kejahatan ini dan mengatakan kepada saya untuk tidak memberitahu hal itu (senjata nuklir Israel)."

Mordechai Vanunu dan istrinya Kristin Joachimsen setelah menikah di Gereja Sang Penebus, Yerusalem, 19 Mei 2015. (facebook.com)

Israel pernah uji coba bom nuklir

Mordechai Vanunu, mantan teknisi nuklir di reaktor Dimona, selatan Israel, bilang kepada Albalad.co, Israel telah mempunyai sekitar 200 bom atom.

Mordechai Vanunu dan istrinya Kristin Joachimsen setelah menikah di Gereja Sang Penebus, Yerusalem, 19 Mei 2015. (facebook.com)

Trump teken surat janji untuk tidak paksa Israel ungkap senjata nuklirnya

Perjanjian serupa pernah ditandatangani tiga presiden Amerika sebelumnya, yakni Bill Clinton, George Walker Bush, dan Barack Obama.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Trump tidak akan beri sanksi Arab Saudi terkait kasus Khashoggi

Trump mengatakan memelihara relasi baik dengan Arab Saudi sangat penting untuk kepentingan Amerika, Israel, dan para sekutu Amerika di Timur Tengah.

21 November 2018

TERSOHOR