kabar

ISIS serukan pembantaian kaum Syiah di Saudi

"Mereka adalah orang kafir dan ingkar agama. Darah mereka halal ditumpahkan dan fulus mereka boleh diambil."

31 Mei 2015 08:22

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) cabang Arab Saudi menyerukan pengenyahan kaum Syiah dari Semenanjung Arab. Mereka mendesak kaum muda di negara Dua Kota Suci itu bergabung untuk mencapai tujuan itu, seperti dilaporkan SITE, pusat pemantauan kelompok teroris berkantor pusat di Amerika Serikat.

Milisi dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi ini mengaku bertanggung jawab atas dua serangan bunuh diri menghantam dua masjid Syiah di Provinsi Timur, Saudi. Insiden ini menewaskan 25 orang.

Dalam rekaman audio sepanjang 13 menit itu, ISIS memerintahkan para pengikutnya membunuh musuh-musuh Islam, terutama orang Syiah. "Apa jadinya bila mereka hidup dengan kepercayaan sesat mereka di tanah kelahiran Muhammad," kata SITE mengutip suara lelaki dalam rekaman itu.

"Mereka adalah orang kafir dan ingkar agama. Darah mereka halal ditumpahkan dan fulus mereka boleh diambil," ujarnya. "Adalah tugas kita membunuh mereka...dan bahkan membersihkan tanah (Saudi) dari kotoran mereka."

Dalam rekaman itu, pembicara membahas soal bom bunuh diri Jumat dua pekan lalu di Masjid Imam Ali, Desa Al-Qadih. Tapi dia tidak menyinggung serangan serupa Jumat minggu ini di Kota Dammam. Artinya, rekaman audio itu dibuat sebelum serangan bunuh diri kedua.

ISIS menyerukan kepada kaum muda Saudi untuk bergabung bersama mereka mengenyahkan orang-orang Syiah dianggap sebagai ancaman bagi muslim Sunni. Mereka menilai Raja Salman bin Abdul Aziz gagal memberantas Syiah. "Kalian semua harus ikut membakar kekuasaan tirani."

Sepekan sebelum bom bunuh diri di Al-Qadih, pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi mengecam keluarga Bani Saud dan menyebut mereka sebagai anjing penjaga Barat dan Israel. Dia mengejek musuh-musuh Islam, termasuk Syiah, sebagai aliansi setan.

Raja Salman mengutuk dua bom bunuh diri itu. Dia berjanji menghukum pihak-pihak terlibat seberat-beratnya.

Dua insiden itu berlangsung saat Saudi memimin pasukan koalisi menggempur pemberontak Syiah Al-Hutiyun di Yaman. Negeri Kabah ini juga ikut dalam pasukan gabungan dipimpin Amerika Serikat membombardir ISIS di Irak dan Suriah.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Persenjataan ISIS dari Amerika dan Arab Saudi

CAR menyatakan sekitar 90 persenjataan digunakan ISIS merupakan buatan Cina, Rusia, dan Eropa Timur.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

ISIS benarkan Abu Bakar al-Baghdadi tewas

Dia dinyatakan terbunuh akibat serangan udara di Provinsi Ninawih, Irak.

Perdana menteri Irak Haidar al-Abadi bersalaman dengan seorang komandan pasukan Irak setibanya di Kota Mosul, 9 Juli 2017, untuk mengumumkan pembebasan Mosul dari ISIS. (Twitter/@HaiderAlAbadi)

Irak bebaskan Mosul dari ISIS

Sepekan sebelumnya, Abadi sudah mengumumkan berakhirnya khilafah islamiyah versi ISIS setelah pasukan Irak merebut Masjid An-Nuri telah menjadi puing akibat diledakkan ISIS.

Pemimpin ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) Abu Bakar al-Baghdadi saat berpidato di Masjid Agung An-Nuri di Kota Mosul, Irak, Juni 2014. (Al-Arabiya)

Irak rebut Masjid Agung di Mosul dari ISIS

Pemerintah Irak memperkirakan Mosul bisa direbut dalam beberapa hari lagi.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Anak Raja Salman bertemu kepala Dewan Keamanan Nasional Israel

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat, Maret lalu, Pangeran Muhammad bin Salman menggelar pertemuan dengan para pemimpin organisasi pro-Zionis.

19 Juni 2018
Makkah tak lagi sakral
18 Juni 2018

TERSOHOR