kabar

Suhu udara di Saudi bisa 65 derajat Celcius selama Ramadan

Di tempat teduh saja temperatur hingga setengah suhu air mendidih.

01 Juni 2015 19:29

Suhu udara di kebanyakan wilayah Arab Saudi saat siang selama bulan Ramadan diperkirakan mencapai 65 derajat Celcius.

Ahli klimatologi Abdurrahman Muhammad al-Ghamdi menjelaskan saking panasnya suhu di tempat teduh saja bisa 50 derajat celcius atau setengah dari suhu air mendidih. Sedangkan di tempat terbuka temperaturnya hingga 65 derajat.

"Musim panas bakal memasuki belahan bumi utara pada 21 Juni, ketika matahari benar-benar berada di atas, sehingga membikin panas banyak daerah di kerajaan (Arab Saudi)," katanya.

Dia bilang faktor lainnya mengakibatkan tingginya suhu udara di Saudi adalah emisi karbon dari pabrik dan kendaraan. "Selain gempa dan kebakaran di banyak wilayah lain di bumi ini," ujarnya.

Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz dan cucunya, Pangeran Abdul Aziz bin Khalid bin Salman. (Al-Arabiya/Supplied)

900 ribu kembang api akan dibakar buat rayakan hari lahir Arab Saudi

Kerajaan Arab Saudi dibentuk pada 23 September 1932 oleh Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman.

Sampah makanan. (Saudi Gazette)

FAO sebut Arab Saudi negara paling banyak buang makanan

FAO bilang saban tahun terdapat 427 ton makanan dibuang di negara Kabah itu.

Sejumlah warga Arab Saudi siap menikmati makanan dalam jumlah kelewat banyak. (Caravan Daily)

Jumlah makanan terbuang di Arab Saudi saban tahun senilai Rp 181 triliun

Program itu juga untuk memperkuat kerja sama antar pemangku kepentingan dalam menghasilkan produk daur ulang.

Microsoft dipkasa meminta maaf karena keliru menerjmehkan Dais menjadi ZArab Saudi. (Fortune)

Microsoft minta maaf karena salah menerjemahkan Dais menjadi Arab Saudi

Kepala Microsoft di Arab Saudi Mamduh Najjar meminta maaf atas kekeliruan itu.





comments powered by Disqus

Rubrik kabar Terbaru

Netanyahu: Kami ingin bina hubungan diplomatik dengan Indonesia

Sudah tiga kali terjadi pertemuan antara perdana menteri Israel dengan pemimpin Indonesia, yaitu Yitzhak Rabin dan Soeharto (1993), Abdurrahman Wahid dan Ehud Barak (2001), serta Jusuf Kalla dan Netanyahu (2018).

15 Oktober 2018

TERSOHOR