kabar

Arab Saudi larang pagelaran busana

"Menjadi model bukan sekadar hobi, saya sudah menekuni itu sebagai profesi."

04 Juni 2015 05:14

Dewan Kehakiman Arab Saudi dikabarkan telah melarang pagelaran busana.

Seorang juru bicaara lembaga ini mengungkapkan kepada surat kabar Al-Watan, banyak pagelaran mode tidak disetujui telah dilaksanakan akan menghancurkan industri.

Saudi merupakan negara muslim konservatif. Mereka amat ketat mengatur penampilan perempuan di muka umum. Kaum hawa hanya boleh berabaya dan berjilbab atau bercadar serba hitam bila keluar rumah.

Model Nabil al-Salih bilang larangan ini akan mempengaruhi pekerjaannya. "Menjadi model adalah lapangan kerja baru di budaya kami tapi para penonton sangat menyambut baik usaha kami menjadi model dalam pagelaran busana," katanya kepada Al-Watan. "Menjadi model bukan sekadar hobi, saya sudah menekuni itu sebagai profesi."

Samir Rabi, model sekaligus pecinta mode, menentang larangan itu. Namun dia mengakui terlalu dini menjadikan model sebagai profesi. "Itu masih sekadar hobi saat ini," ujarnya.

Meski model hal baru di masyarakat Saudi, perancang mode Raid mengatakan orang-orang Saudi sudah menjadi model dunia. "Thamir asy-Syammari, Dhahi al-Ali, Muhammad al-Maiman, dan Ahmad as-Sultan telah menjadi model bagi perusahaan-perusahaan Eropa," tuturnya.

Muazin Masjid Nabawi di Kota Madinah, Arab Saudi. (Saudi Gazette/Courtesy)

Masjid Nabawi punya 17 muazin

Tiap hari ada tiga muazin bertugas di Masjid Nabawi.

Suasana dalam Mal Abraj berlokasi di Menara Zamzam, dekat dengan Masjid Al-Haram, Kota Makkah, Arab Saudi. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Makkah tak lagi sakral

Di Bali saja, tidak boleh ada bangunan melebihi pura. Di Myanmar diharamkan membangun lebih dari tinggi pagoda.

Kabah dilihat dari lantai atas Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, 17 Juni 2018. (Faisal Assegaf/Albalad.co)

Tradisi bunuh diri depan Kabah

Bila saban tahun ada saja orang bunuh diri atau berusaha untuk melakoni itu, kian rusaklah citra kota kelahiran nabi itu.

Duta Besar Indonesia buat Libanon Achmad Chozin Chumaidy menyerahkan piagam penghargaan kepada mahasiswa Indonesia menjadi imam tetap di negara itu dalam acara halal bihalal di lobi KBRI Veirut, 15 Juni 2018. (KBRI Beirut buat Albalad.co)

Empat mahasiswa Indonesia jadi imam tetap di Libanon dapat penghargaan

"Kalau orang Arab imam di Indonesia itu biasa, tapi jika orang Indonesia jadi imam di Arab itu luar biasa," kata Chozin Chumaidy.





comments powered by Disqus