kabar

Saudi tetapkan 16 tersangka dalam dua kasus bom bunuh diri di masjid Syiah

Negara Kabah ini menawarkan hadiah fulus Rp 17,2 miliar bagi siapa saja bisa memberi informasi soal keberadaan semua tersangka itu.

04 Juni 2015 00:06

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi kemarin menetapkan 16 tersangka dalam dua kasus bom bunuh diri menyasar dua masjid Syiah di Provinsi Timur. Identitas dan foto mereka telah disiarkan stasiun televisi pemerintah.

Negara Kabah ini menawarkan hadiah fulus US$ 1,3 juta atau setara Rp 17,2 miliar bagi siapa saja bisa memberi informasi soal keberadaan semua tersangka itu. Juga ada hadiah tujuh juta riyal untuk yang bisa memberikan resep jitu mencegah serangan bunuh diri terjadi lagi. "Siapa saja terkait para tersangka akan ditindak tegas," kata Kementerian Dalam Negeri lewat pernyataan tertulis dilansir kantor berita resmi Saudi Press Agency.

Seorang pengebom bunuh diri menyamar sebagai perempuan Jumat pekan lalu melaksanakan aksinya di luar sebuah masjid Syiah di Kota Dammam. Kejadian ini menewaskan empat orang lainnya. Kementerian Dalam Negeri mengumumkan pelaku adalah warga Saudi bernama Khalid al-Wahbi asy-Syimmari, 20 tahun.

Seminggu sebelum itu, serangan bunuh diri menghantam masjid Syiah di Desa Al-Qadih, menewaskan 21 jamaah salat Jumat. Pelakunya juga orang Saudi.

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah) mengklaim bertanggung jawab atas dua bom bunuh diri itu. Dalam rekaman audio, mereka mengajak kaum muda di negeri Dua Kota Suci itu memerangi orang-orang Syiah di sana.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

Tidak ada warga Indonesia jadi korban dalam dua bom bunuh diri di Baghdad

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas insiden menewaskan 32 orang itu.

Pemimpin Hizbullah Hasan Nasrallah dan putranya, Jawad Nasrallah. (Arabi21)

Pemimpin Hizbullah, ISIS, dan Hamas puncaki daftar 20 ekstremis paling berbahaya

Dalam daftar itu juga ada mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad karena suka melontarkan pernyataan anti-Yahudi.  

Gubernur Provinsi Makkah Pangeran Misyaal bin Majid menjenguk warga Saudi menhadi korban luka dalam ledakan di pemakaman nin-muslim di Kota Jeddah, Arab Saudi, pada Rabu, 11 November 2020. (Saudi Gazette)

ISIS akui bertanggung jawab atas ledakan di Jeddah

ISIS bilang serangan itu untuk diplomat Prancis.

Milisi ISIS. (Dabiq/Global Look Press)

ISIS ancam serang infrastruktur minyak Arab Saudi

ISIS menilai tindakan Saudi, UEA, dan Bahrain sebagai pengkhianatan terhadap Islam.





comments powered by Disqus