kabar

Mahasiswi Saudi diusir dari bus kampus karena tidak bercadar

Padahal tidak ada kewajiban bercadar bagi mahasiswi di Arab Saudi.

04 Juni 2015 17:59

Seorang mahasiswi Universitas Puteri Nurah binti Abdurrahman, kampus khusus kaum hawa di Arab Saudi, dipaksa turun dari bus kampus lantaran tidak bercadar.

Dalam rekaman video diunggah di YouTube, menurut laporan surat kabar Al-Hayat, pengawas lelaki berteriak kepada sopir agar menghentikan bus kampus itu. Dia lalu meminta penyejuk udara dimatikan agar mahasiswi lain memberitahu nama dari keempat gadis tak bercadar itu.

Namun mereka menolak dengan alasan bercadar bukanlah kewajiban. Pengawas itu lalu mengancam akan melapor ke Menteri Pendidikan Azzam ad-Dakhil. Dia akan menuntut mahasiswi tidak bercadar itu diberhentikan dari kampus.

Salah satu dari mahasiswi itu bilang dia dan tiga temannya biasa tidak bercadar saat di dalam bus. Sebab tidak kelihatan dari luar. "Kami bahkan duduk di bangku paling belakang sehingga sopir pun tidak bisa melihat kami," katanya.

Pengawas itu melihat salah satu dari keempat gadis tak bercadar ini. Karena itulah dia berteriak dan menyuruh mahasiswi nahas itu turun dari bus. "Semua penumpang kaget banget dan saya ikut turun pindah ke bus lain," ujarnya.

Insiden ini berlangsung dalam perjalanan pulang dari kampus. Keempat gadis tak bercadar ini akhirnya turun dari bus dan menumpang bus lain.

Pangeran Khalid bin Farhan dari Arab Saudi, mendapat suaka politik di Jerman sejak 2013. (Middle East Eye)

Pangeran Saudi serukan penggulingan Raja Salman dan putera mahkota

Upaya kudeta pernah terjadi April tahun lalu, ketika istana Raja Salman di Ibu Kota Riyadh diserang.

Perdana Menteri Israel Benjamin netanyahu saat memimpin rapat kabinet keamanan di markas militer di Ibu Kota Tel Aviv pada 10 September 2019, sehari setelah serangan roket dari Gaza terjadi saat dia sedang berkampanye di Kota Ashdod. (Ariel Hermoni/Defense Ministry)

Netanyahu lari bersembunyi saat dengar sirene tanda roket datang dari Gaza

Ashdod, Ashkelon, dan Beersheba adalah tiga kota di wilayah selatan Israel menjadi langganan serangan roket dari Gaza.

Pendiri Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin, bareng putranya, Hamzah Bin Ladin. (YouTube)

Trump akui putra Bin Ladin sudah tewas

Hamzah pernah merilis rekaman audio dan video menyerukan untuk menyerang Amerika dan sekutu-sekutunya.

Kebakaran hebat melanda fasilitas pemrosesan minyak terbesar di dunia milik Saudi Aramco di Abqaiq, Provinsi Timur, Arab Saudi. Kebakaran ini dipicu ledakan akibat serangan pesawat nirawak dilakukan milisi Al-Hutiyun dari Yaman. (Screengrab)

Pesawat nirawak serang fasilitas minyak terbesar dunia milik Aramco

Milisi Al-Hutiyun dari Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serbuan itu.





comments powered by Disqus